Dewan Jabar Minta Oknum Pungli Dana BOP Pesantren Ditindak Tegas

110
0
MENJELASKAN. Politisi Fraksi PKS DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya memberikan keterangan pers soal pungli BOP Pesantren.
MENJELASKAN. Politisi Fraksi PKS DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya memberikan keterangan pers soal pungli BOP Pesantren.

BANDUNG – Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mendapatkan temuan dugaan pungli dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) yang seharusnya disalurkan ke pesantren dan madrasah diniah takmiliah (MDT).

Pungli tersebut dilakukan oleh oknum-oknum yang mengaku sebagai koordinator di Kabupaten Garut.

Menanggapi hal tersebut, politisi asal Fraksi PKS DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya mengaku sangat terenyuh dan kaget ketika mendengar kabar dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab tersebut.

Pasalnya, dana tersebut merupakan dana untuk pesantren dan telah diketahui dunia pendidikan sangat terpukul dengan kondisi pandemi Covid-19.

“Kok hari gini masih ada langkah-langkah yang sangat merugikan masyarakat,” ujar Gus Ahad sapaan akrabnya, Senin (5/10).

Menurutnya, dana tersebut sangat dibutuhkan pesantren serta setelah sekian lama santri libur dan mulai masuk kembali. Lalu ia menyayangkan dugaan dana pungli tersebut adalah dana institusi pendidikan, dalam hal tersebut Kementerian Agama (Kemenag).

“Sangat menyakitkan hati, saya sebagai wakil rakyat meminta Pemerintah Jabar dalam hal ini Tim Saber Pungli supaya mendalami dan memberikan langkah tegas untuk membuat jera para oknum,” tuturnya.

Lebih lanjut, kejadian serupa sudah sering terjadi dan terasa menjengkelkan bahkan lebih dekat dengan memuakkan. Kejadian tersebut bukan modus baru dalam hal penyaluran dana dan gejalanya semacam penyakit kambuhan. “Memang harus ada langkah yang lebih tegas,” terangnya.

Ia berharap kasus tersebut dilakukan penanganan yang lebih ekstra dan jangan sampai ditutup kemudian hilang dari peredaran beritanya. Kalau tidak segera ditangani dengan cepat dan baik kemungkinan tahun depan akan terulang kembali kasus-kasus serupa yang mungkin dengan modus baru. “Secara moral sangat-sangat tidak pantas,” pungkasnya. (*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.