Dewan Kembali Sidak Taman Kehati

1
SIDAK. Komisi III DPRD Kota Banjar meninjau lokasi Taman Kehati didampingi dinas terkait Selasa (18/9). (Cecep herdi / radartasikmalaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

BANJAR – Komisi III DPRD Kota Banjar kembali melaksanakan inspeksi mendadak ke Pembangunan Taman Keragaman Hayati (Kehati) di Kelurahan Pataruman Kecamatan Pataruman Selasa (18/9).

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjar Hunes Hermawan menilai pembangunan taman untuk melestarikan tanaman lokal endemik ini gagal dalam perencanaan.

“Ini pekerjaan sudah masuk tahap kedua. Tapi tetap saja menurut kami ini gagal dalam perencanaannya. Yang kami soroti ini akses jalan yang curam, siapa yang mau berkunjung ke sini nanti kalau aksesnya saja sulit dilalui,” tandas Hunes saat meninjau di lokasi Selasa siang (18/9).

Dalam sidak itu pihaknya menemukan banyak kejanggalan dalam pembangunan taman. Kata dia, pihak penyedia jasa maupun Bidang Pertamanan tak mau terbuka, terutama soal siteplan atau gambar perencanaan dua dan tiga dimensi taman tersebut.

“Ini sudah jelas proyek yang dipaksakan. Pertama kita tidak diajak koordinasi dalam hal pengawasannya. Kemudian penyedia jasa, konsultan dan dinas terkaitnya tidak terbuka dengan kita. Anggaran Rp 5 miliar hanya untuk mendatangkan burung saja, kan lucu. Ada gak itu gambar perencanaannya? Hanya papan proyek saja yang ditempel,” katanya kesal.

Sementara itu, dalam sidak Hunes beberapa kali menanyakan gambar perencanaan pembuatan Taman Kehati kepada Kepala Bidang Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar Dedi Sudrajat.

“Pak mana ini gambarnya? Kami mau lihat ini perencanaannya seperti apa, kok hasilnya begini,” Tanya Hunes kepada Dedi.

Menjawab itu, Dedi hanya menjelaskan bahwa gambar sebetulnya sudah ada namun tidak dipasang di lokasi proyek.

“Ada pak, di kantor. Konsultan juga sudah membuatnya,” jawabnya.

Hunes kembali menegaskan harusnya proyek-proyek yang besar diekspose dari jauh hari.

“Harusnya sebelum mengerjakan pembangunan ini dinasnya ekspose ke dewan, bagaimana perencanaannya. Jangan sampai nanti sudah selesai kami yang disalahkan oleh masyarakat. Kenapa dewan menyetujui. Proyek Rp 5 miliar ini bukan proyek Sangkuriang yang ujug-ujug aya. Intinya saya memastikan pembangunan Kehati ini perencanaannya gagal,” tegasnya. (cep)

loading...