Dewan Minta Bantuan dari BTT Segera Disalurkan, Dinsos Kota Banjar Masih Ngurus Data

114
0
H Mujamil
H Mujamil

BANJAR – Anggota DPRD Kota Banjar H Mujamil mendesak Pemkot Banjar beserta dinas teknis segera menyalurkan bantuan beras yang direncanakan 20 kilogram per kepala kepada warga terdampak Covid-19 yang sudah didata.

Kata politisi PPP itu, masyarakat sudah menunggu bantuan sejak imbauan diam di rumah.

“Bantuan yang dianggarkan dari Biaya Tidak Terduga (BTT) APBD Kota Banjar harus segera disalurkan, jangan ditunda-tunda lagi. Masyarakat sudah membutuhkan,” kata Mujamil di DPRD Kota Banjar Rabu (29/4).

Ia menjelaskan, BTT hasil rasionalisasi/refocusing tahap pertama sebesar Rp 32 miliar itu sudah lama dilaporkan ke menteri dalam negeri. Namun teknis penyalurannya terkesan lambat.

Baca Juga : Kondisi Tenaga Medis Puskesmas Purwaharja 1 Kota Banjar yang Positif Covid-19 Membaik

Ia meminta dinas teknis tidak melulu berkutat di sinkronisasi data penerima. Dinas harus cepat, tepat dan efisien waktu. Sebab kondisi dampak Covid-19 saat ini semakin hari semakin buruk.

Banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian, ditambah imbauan pemerintah, masyarakat harus tetap di rumah.

“Diam di rumah kan butuh makan. Bantuan pemerintah harus cepat disalurkan, nunggu apalagi?” tanya dia.

Dia pun menyoroti soal ‘surat cinta’ wali kota berupa imbauan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam memutus mata rantai Covid-19.

“Masyarakat bukan tidak butuh surat cinta, tapi saat ini harus diprioritskan bantuan tersalurkan dengan cepat. Kalau di rumah tidak ada beras, kan harus dicari keluar. Apa bukannya itu malah melanggar imbauan pemerintah,” tegas dia.

Mujamil juga menegaskan Pemkot Banjar sudah menyampaikan laporan hasil rasionalisasi anggaran tahap kedua sesuai surat keputusan bersama menteri dalam negeri dan menteri keuangan. Hasilnya Rp 89 miliar diajukan untuk menambah anggaran penanganan Covid-19.

“Kalau dilihat dari kemampuan kita dalam belanja modal dan belanja barang jasa, kita memiliki sekitar Rp 380 miliar. Sesuai SKB dua menteri itu kan penyesuaian anggaran itu dilakukan minimal 50 persen. Kalau jatuhnya di angka Rp 89 miliar itu tidak sampai 50 persen, masih kurang,” kata dia.

Baca Juga : Kota Banjar Siap Laksanakan PSBB

Kepala Dinas Sosial P3A Kota Banjar Asep Tatang Nugraha mengaku masih terdapat data penerima yang double, sehingga untuk mencegah pemberian dua kali, maka pihaknya terus melakukan kroscek data.

“Masih ada data double. Bantuan dari BTT ini kan kita usulkan dari penerima yang non DTKS. Beda dengan bantuan gubernur yang mulai hari ini (kemarin, Red) disalurkan itu datanya penerimanya dari pusat. Bertahap akan disalurkan,” kata Asep Tatang. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.