Dewan Minta Benteng RS Dewi Sartika Kawalu Kota Tasik Dibongkar

3141
0
ISTIMEWA PERIKSA. Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya memeriksa konstruksi bangunan RS Dewi Sartika di Kecamatan Kawalu bentengnya rusak, Kamis (26/11).
Loading...

TASIK – Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya meminta beberapa konstruksi bangunan di rumah sakit Purbaratu dan Dewi Sartika diperbaiki. Khusus untuk bangunan benteng RS Dewi Sartika, dia menilai harus dibongkar karena terlalu rapat dengan aliran sungai.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Bagas Suryono mengatakan beberapa temuan dalam pengecekan proyek itu, dia menyoroti benteng Rumah Sakit Dewi Sartika yang rusak.

Menurutnya, hal itu ada pengaruh dari posisinya yang terlalu rapat dengan aliran air.

“Kita minta bongkar, jangan rapat dengan sempadan sungai,” ujarnya.

Jika dibiarkan atau diperbaiki dengan posisi sekarang, dia khawatir pagar tembok itu bisa rusak kembali. Karena bagaimana pun aliran air bisa mengikis fondasi benteng.

Loading...

“Makanya harus dibangun ulang, posisinya harus ada jarak dari aliran air,” tuturnya.

Disinggung soal konstruksi bangunan rumah sakit, dia belum bisa banyak berkomentar. Karena sementara ini dia fokus pada bangunan-bangunan yang rusak. “Kan ini yang paling terlihat, jadi kita fokus soal ini dulu,” terangnya.

Baca juga : Ruang Isolasi Covid-19 di RSUD Kota Tasik Hampir Penuh, Fasilitas Terbatas

Untuk bangunan tembok penahan tanah (TPT) di RS Purbaratu pun menurutnya ada yang keliru. Karena ternyata ada perubahan yang tadinya membangun benteng (pagar tembok) menjadi TPT. “Rencana awal itu membangun benteng, tapi ternyata jadi TPT,” katanya.

Dia pun meminta bangunan yang roboh itu diperbaiki sesuai dengan peruntukannya. Jangan sampai ke depannya tembok tersebut roboh kembali dan membahayakan orang lain.

“Spesifikasinya harus disesuaikan, kalau TPT ya sesuai spesifikasi TPT,” katanya.

Beberapa temuan itu akan menjadi bahan laporan kepada pimpinan DPRD untuk disikapi lebih lanjut. Jika memang perlu, OPD terkait baik itu Dinas Kesehatan dan PUPR akan dipanggil. “Yang jelas kami ingin bangunan yang berkualitas,” terangnya.

Selain mendatangi dua lokasi pembangunan rumah sakit, Komisi III pun mendatangi Pasar Cikurubuk. Mereka menindaklanjuti adanya pengaduan warga pasar terkait saluran air yang bermasalah, sehingga mengakibatkan genangan ketika hujan. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.