Dewan Minta Pertimbangkan Surat Izin Mengemudi Pelajar

MELAJU. Pelajar di Kota Banjar mengendarai sepeda motor di jalan tanpa menggunakan helm Selasa (13/3). Dewan menyarankan dibuat SIM khusus pelajar.

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

BANJAR – Komisi III DPRD Kota Banjar Hunes Hermawan memandang perlu dibuatkan surat izin mengemudi (SIM) bagi siswa yang berusia minimal 15 tahun. Hal itu menyusul terjaringnya pelajar saat Operasi Keselamatan Lodaya 2018 pada pekan lalu.

Kata Hunes, terlepas dari usia yang belum dikategorikan dewasa, namun kemajuan zaman menuntut siswa memilih efisiensi saat berangkat/pulang sekolah. “Sekarang sudah menjadi kebutuhan dan tidak bisa kita pungkiri, tidak bisa kita cegah juga siswa usia 15 tahun dan 16 tahun ini kan sudah banyak yang membawa sepeda motor ke sekolah,” katanya dalam wawancara pekan lalu.

Untuk itu, polisi dan Dinas Pendidikan diminta mempertimbangkan solusi ini. “Kiranya perlu dipikirkan, karena jelas kondisi ini harus ada solusi. Meskipun dicegah, tetap saja banyak siswa yang bawa sepeda motor karena sudah kebutuhan,” ujarnya.

Namun, menurut Kasat Lantas Polres Banjar AKP Fredy, solusi pembuatan SIM untuk siswa usia 15 tahun menyalahi Undang-Undang. “Tidak bisa karena jelas di dalam Undang-Undang sudah diatur berapa batasan minimal pemohon SIM. Jika Polres Banjar mengeluarkan kebijakan untuk siswa SMP minimal berusia 15 tahun, menyalahi aturan dong,” kata kasat Lantas Selasa (13/3) kemarin.

Fredy menilai usia 15 dan 16 tahun masih labil. Sehingga jika terjadi hal buruk di jalan raya maka akan menganggu mental dan psikisnya. “Undang-Undang yang dibuat juga kan sudah melalui tahap pertimbangan yang ketat. Usia 15 tahun belum lah, itu masih labil. Meskipun mereka lulus uji SIM,” aku Fredy.

Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar Ahmad Yani mendukung solusi dewan tersebut. “Bagus saja solusi itu, saya akan komunikasikan dengan Polres untuk memperhitungkan dan mempertimbangkan dari seluruh aspek dan sudut pandangnya,” katanya.

PEMBAGIAN ZONASI
Menghindari siswa yang mengendarai sepeda motor ke sekolah, Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar Ahmad Yani menyiapkan solusi. Yakni membagi tujuh zonasi untuk penerimaan siswa SMP dan SD.

“Kita tahun ini mulai menerapkan aturan zonasi. Jadi masyarakat yang ingin menyekolahkan anak-anaknya harus di sekolah yang dekat dari rumah. Ini menghindari siswa yang sekolah dengan jarak jauh sehingga ujung-ujungnya membawa sepeda motor ke sekolah, karena alasan tadi, males naik angkot, lebih praktis bawa motor sendiri,” jelas Ahmad Yani. (mg4)

loading...