Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.4%

7.3%

70.2%

Dewan Minta Tracing Warga yang Pernah ke Puskesmas Tamansari Kota Tasik

589
0
MEMANTAU. Anggota DPRD Kota Tasik H Wahid memantau kondisi Puskesmas Tamansari usai ditutup dan dialihkan pelayanannya ke Puskesmas Sangkali Selasa (19/5). Istimewa

TAMANSARI – Anggota DPRD Kota Tasikmalaya H Wahid mendorong Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya melakukan rapid test kepada masyarakat yang pernah mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Tamansari.

“Segera rapid test masyarakat yang pernah berinteraksi dengan perawat atau pegawai Puskesmas Tamansari yang positif. Baik itu keluarga mau pun warga yang pernah berobat ke sana,” tutur Wahid kepada Radar, Selasa (19/5).

Baca juga : BNI Syariah Tasik Tetap Buka Layanan Selama Idul Fitri 1441 H

Menurutnya, wilayah pelayanan Puskesmas Tamansari mencakup empat kelurahan yaitu Setiawargi, Mulyasari, Sukahurip dan Sukamulya.

Otomatis pelacakan dan pengetesan akan lebih ringan, karena Gugus Tugas hanya tinggal mengakses data puskesmas untuk men-tracking. “Data pasien yang sempat berobat ke sana, tentu masih ada. Jadi tidak akan sulit,” kata dia.

Politisi PKB itu menceritakan, dampak munculnya pasien positif dari kalangan medis di puskesmas tersebut, masyarakat se-Kecamatan Tamansari merasa ketakutan.

Seolah wabah Covid-19 semakin dekat hingga ke wilayah. “Kami imbau masyarakat lebih waspada, patuh terhadap anjuran pemerintah,” ajak Wahid.

“Warga yang sekiranya sakit biasa pun diharapkan bisa melakukan pengobatan mandiri dan tidak ke Puskesmas supaya meminimalkan risiko penyebaran,” sambung dia.

Dia menjelaskan saat ini pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut, dialihkan ke Puskesmas Sangkali yang masih terbilang berdekatan dengan empat kelurahan tersebut.

Saat pemantauan hari pertama pengalihan, Senin (18/5) hanya 3 orang saja warga di wilayah pelayanan Puskesmas Tamansari, yang berobat ke Puskesmas Sangkali.

Baca juga : Polisi Razia Warung Nyemen di Cilembang Kota Tasik

Sementara hari kedua, hanya 5 orang saja dari Kelurahan Setiawargi dan Mulyasari.

“Pelayanan di (Puskesmas) Sangkali, kami lihat memang relatif aman dan terlayani. Kepala Puskesmas juga menyebut tak perlu ada penambahan personel,” kata Wahid. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.