Dewan Sebut PAD Kota Banjar Belum Maksimal

122
0
JELASKAN. Ketua DPRD Kota Banjar Dadang R Kalyubi meminta pemerintah daerah meningkatkan PAD untuk semakin berkontribusi bagi pembangunan. CECEP HERDI / RADAR TASIKMALAYA
JELASKAN. Ketua DPRD Kota Banjar Dadang R Kalyubi meminta pemerintah daerah meningkatkan PAD untuk semakin berkontribusi bagi pembangunan. CECEP HERDI / RADAR TASIKMALAYA

BANJAR – Ketua DPRD Kota Banjar Dadang R Kalyubi meminta pemerintah daerah menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini. Jangan sampai apa yang ditargetkan tidak tercapai sama sekali.

Dadang memberi contoh soal belum maksimalnya pengelolaan PAD pada bidang pajak retribusi reklame yang belum lama ini masih terkendala masalah izin.

“Apalagi kalau pemilik reklamenya sudah siap untuk membayar, tinggal pihak eksekutif dalam hal ini Dinas Perizinan harus memberikan progres dan solusi yang cepat supaya izin mereka segera terbit. Karena jika tidak terbit maka yang rugi adalah pemerintah, pajaknya tidak akan terserap,” ujarnya kepada Radar, Minggu (5/1).

Kemudian, kata Dadang, beberapa potensi retribusi dari parkir juga harus dimaksimalkan, terutama potensi yang selama ini belum bisa masuk kas daerah harus dioptimalkan. Sehingga PAD pun bisa meningkat.

“Potensi retribusi parkir yang selama ini tidak tertangani atau belum masuk ke kas daerah harus diperhatikan, didata dan dipungut. Banjar ini besar dari pendapatan parkirnya apabila dimaksimalkan,” kata dia.

Lanjut dia, besaran PAD pun akan berpengaruh terhadap APBD yang nantinya direalisasikan kepada pembangunan untuk masyarakat. Tahun ini jumlah APBD tak jauh beda dengan tahun sebelumnya, tidak lebih dari Rp 1 triliun.

“Ya sekitar Rp 800 miliar lebih, pokoknya di bawah Rp 1 triliun. Sulit melampaui Rp 1 triliun karena kemampuan PAD kita juga masih terbatas. Maka dari itu penting berkomitmen meningkatkan PAD dengan kerja sama seluruh pihak,” kata Dadang. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.