Dewan Sesalkan Pencairan Dana Kelurahan

198
0
Joni Suryaman, Lurah Talagasari Kecamatan Kawalu

KAWALU – Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSi menyesalkan sikap pemerintah kota (pemkot) yang tidak memberi informasi kepada legislatif dalam proses pencairan dana kelurahan. Padahal, legislator yang berperan sebagai pengawas perlu tahu tentang progres anggaran tersebut.

Muslim mengaku belum mengetahui dana kelurahan tersebut sudah mulai digunakan atau belum. Kondisi tersebut tidak lain karena eksekutif mengabaikan peran pengawasan legislatif. “Sudah biasa seperti ini,” ujarnya saat dihubungi Radar, Minggu (16/6).

Dia hanya mengetahui bahwa anggaran dana kelurahan itu berjumlah Rp 370 juta untuk setiap kelurahan. Akan tetapi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak-juknis) penggunaannya masih dalam pembahasan. “Pernah dibahas waktu rapat di Hotel Santika, tapi belum jelas untuk penggunaannya,” tutur dia.

Pihaknya akan mengevaluasi penggunaan anggaran tersebut supaya tidak menyalahi aturan. Seperti halnya pengadaan seragam Linmas, Ketua RT dan RW yang tentunya bukan biaya yang sedikit. “Pengadaan Rp 50 juta ke atas itu kan harus menggunakan sistem lelang, dana kelurahan kemarin bagaimana teknisnya,” katanya.

Lurah Talagasari Kecamatan Kawalu Joni Suryaman mengatakan, pihaknya mendapat dana kelurahan sebesar Rp 370 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan seragam linmas, ketua RT dan RW serta perbaikan jalan-jalan gang. “Seragam linmas kita buat karena saat itu untuk pemilu,” tutur dia kepada Radar, Jumat (14/6).

Selebihnya, dana kelurahan diterapkan untuk pembangunan jalan gang yang saat ini masih rusak. Ada lima titik yakni di Rancabeureum, Cikadu, Cibihbul, Cikebo dan Kawalu. “Sudah kita tentukan ada lima RW,” ujar dia.

Pengadaan seragam linmas dan RT/RW sudah dilaksanakan. Namun untuk perbaikan jalan gang, pihaknya perlu membentuk pokmas dan unsur-unsur lain guna terlaksananya kegiatan pembangunan. “Sesegera mungkin akan kami bentuk,” ujarnya.

Disinggung soal prioritas kebutuhan warga, diakui Joni memang belum sesuai. Karena masih ada beberapa pembangunan yang perlu didahulukan namun perlu perencanaan matang.

Sementara, kata Joni, sekitar Maret lalu pihaknya harus menentukan di mana saja titik-titik pembangunannya. Akhirnya, kelurahan dan LPM sepakat dana itu untuk pembangunan jalan gang. “Sebelumnya saya enggak tahu akan turun dana kelurahan jadi agak kaget, tapi insyaallah semuanya berjalan lancar,” tuturya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.