Dewas PDAM Tasik Akui Kelebihan Pegawai

119
0
Dadi Abidarda

SINGAPARNA – Aktivis 96, Dadi Abidarda menilai indikasi overload pegawai di tubuh PDAM Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya semakin kuat.

Pasalnya, Plt Dirut PDAM Ika membenarkan bahwa jumlah pegawai saat ini mencapai 272 atau sesuai yang disampaikan Dadi Abidarda di Radar Tasikmalaya edisi Rabu 29 Juli 2020.

Artinya, kata Dadi, secara tidak langsung PDAM Tirta Sukapura mengakui adanya kelebihan pegawai. Karena sudah jelas dalam peraturan direksi bahwa rasio pegawai dihitung dengan jumlah pelanggan. Di mana ketika pelanggan masih di bawah 50.000, paling banyak jumlah pegawai mencapai 250 orang.

Baca juga : Awas..! Arus Balik Idul Adha Arah Tasik dan Garut Menuju Bandung Macet

“Sementara pelanggan PDAM saat ini informasi yang saya dapat masih di bawang 50.000 atau sekitar 44 ribuan lebih, tapi jumlah pegawainya lebih 250 atau 272. Itu berarti sudah jelas ada kelebihan pegawai dan tidak sesuai dengan peraturan direksi,” ujarnya saat menghubungi Radar, Minggu (2/8).

Dadi juga mengaku kecewa dengan pernyataan Plt Dirut PDAM Kabupaten Tasikmalaya Ika yang tidak menjelaskan secara rinci soal rasio pegawai sesuai yang tertuang dalam peraturan direksi soal kepegawaian.

Loading...

“Walaupun dia ini Plt, tidak ada alasan untuk tidak menjelaskan soal peraturan direksi terkait rasionalisasi pegawai yang mengacu kepada jumlah pelanggan,” katanya, mengeluhkan.

Menurutnya, dampak dari overload pegawai ini jelas menjadi beban PDAM dalam memberi kesejahteraan kepada para karyawannya, khususnya yang sudah bekerja dan mengabdi cukup lama di BUMD ini.

“Saya berdiskusi dengan salah satu karyawan lama yang mungkin tidak bisa saya sebutkan namanya. Pengakuannya untuk kesejahteraan bagi karyawan yang sudah lama sangat minim perhatian. Bahkan yang lebih sering dibahas soal kesejahteraan bagi para elite di PDAM. Kalau memang kenyataannya seperti itu, saya menilai PDAM ini seolah menjadi bancakan oknum tertentu,” katanya, menjelaskan.

Dadi juga menyoroti kinerja Dewan Pengawas PDAM Tirta Sukapura ketika benar-benar terjadi overload pegawai.

Artinya para Dewan Pengawas yang bergaji besar ini tidak bekerja secara maksimal dalam mengawasi berlangsungnya perusahaan milik daerah ini.

“Ke mana Dewan Pengawas PDAM selama ini bisa sampai kecolongan soal rasio pegawai yang tidak sesuai dengan jumlah pelanggan, padahal itu juga sudah jelas diatur dalam peraturan direksi,” ujarnya.

Dadi juga meminta persoalan di tubuh PDAM ini mendapatkan evaluasi besar-besaran oleh pemerintah daerah atau secara langsung Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto.

Apalagi saat ini sedang melakukan seleksi calon direksi yang baru melalui panitia seleksi (pansel) yang dibentuk oleh pemerintah. Diharapkan pansel ini berjalan objektif dan mengedepankan aturan dalam menilai para calon direksi.

“Memang dalam penentuannya merupakan hak prerogatif bupati, tapi harus tetap mengacu kepada aturan. Karena saya melihat selama ini pemilihan direksi PDAM terkesan dipilih secara pendekatan politis atau yang menunjukkan loyalitas terhadap pimpinan,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Dewan Pengawas PDAM Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya Dadih Abdul Hadi SH MSc mengatakan, secara yuridis diakui di PDAM ada overload atau kelebihan pegawai.

“Kita overload dari rasio pegawai berbanding dengan jumlah pelanggan. Secara faktual, sebenarnya kita tetap kurang untuk pegawai dengan kompetensi teknis perpipaan, sipil, perencanaan dan akuntan,” ujar Dadih kepada Radar, Minggu (2/8).

Dadih menerangkan dari pantauan dan kajian Dewan Pengawas, memang dengan luas area layanan PDAM sekitar 40 persen pelanggan yang masih harus dilayani di kantor dan bahkan ditagih ke rumah.

“Jadi intensitas kebocoran, banyak pegawai teknis pensiun seakan selalu kurang pegawai. Ke depan, dari sisi kebijakan akan dilakukan analisis jabatan, pemetaan kebutuhan kualifikasi dan jumlah pegawai dan pengetatan rekrutmen tenaga admin,” terang dia.

Sehingga, tambah dia, dengan langkah tersebut, produktivitas dan kinerja pegawai akan semakin baik dan sesuai dengan kebutuhan pegawai dan pelayanan kepada konsumen akan maksimal terlayani tanpa adanya kelebihan pegawai.

“Kalau ibarat tubuh, PDAM Tirta Sukapura ini gemuk di tengah atau kebanyakan tenaga administrasi dan belum ideal untuk produktivitas dan kinerjanya,” tambah Dadih. (yfi/dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.