Di Ciamis Ditemukan 359 Kasus DBD

104
0

CIAMIS – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis Dr H Bayu Yudiawan menjelaskan, terjadi siklus tiga tahunan dalam kasus demam berdarah dengue (DBD) di Ciamis.

Contohnya, 2016, ada 749 orang yang terjangkit DBD. Sementara pada 2017-2018, kasus DBD sangat rendah. Namun kasus DBD kembali banyak 2019. Kasus DBD di Ciamis dari Januari hingga Nopember 2019 sebanyak 359 orang.

”Bersyukur untuk data yang meninggal dunia dari penyebab DBD belum ada,” ujar Bayu di ruangannya Selasa (17/12) siang.

Bayu menambahkan, mengenai penyebab kasus DBD meningkat di Kabupaten Ciamis, setiap tiga tahun sekali itu, belum diketahui penyebabnya. Pihaknya tengah mencari tahu penyebabnya dengan melakukan penelitian.

”Karena bingung juga di Jawa Barat hanya di Ciamis selalu ada peningkatan terjangkit DBD, sehingga saat ini tim ahli kesehatan lagi penelitian,” paparnya.

Dinas Kesehatan, kata dia, saat ini melakukan pencegahan. Pihaknya memberikan pemahaman kepada warga untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Yaitu mengubur barang bekas, menguras bak air dan menutup tempat air.

Upaya lain pemberantasan sarang nyamuk yaitu pemogingan, namun itu bukan salah satu upaya efektif memberantas sayang nyamuk, namun hanya mematikan nyamuk besar.

”Namun cara efektif itu perilaku bersih dan sehat apa yang disampaikan diatas tadi. Bahkan kami juga telah menyampaikan langsung surat edaran kepada 27 puskesmas agar disampaikan kepada masyarakat, agar selalu melalukan perilaku bersih dan sehat,” ujarnya.

Pihaknya juga mengajak masyarakat berperan aktif melalui gerakan satu rumah, satu jumantik. Jadi di setiap rumah itu ada anggota keluarga yang memantau sarang nyamuk di sekitar rumah. Makanya bila ditemukan langsung melakukan langkah mengubur, menguras dan menutup (3M) sumber air.

”Bahkan upaya kami Dinkes terus memberikan abate gratis tiga KG ke setiap puskesmas agar disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Handoko (45), warga Maleber mengaku khawatir saat memasuki musim hujan, karena beberapa tetangganya sebulan ke belakang terjangkit DBD.

”Makanya saya juga suka khawatir terkena, makanya upaya sekarang saya seringkali bersih-bersih saja di halaman dan didalam rumah,” tuntasnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.