Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Di Ciamis, Guru Ngaji Disetrum Lalu Dipukul Pria Misterius

237
0
JALANI PERAWATAN. Guru ngaji Rian Riana masih terbaring di RSUD Ciamis setelah dipukul orang misterius Selasa (27/2).(foto; iman sr/radar tasikmalaya)

CIAMIS – Di Kabupaten Ciamis, seorang guru ngaji bernama Rian Riana (35), warga Dusun Cimarongmong Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng mengaku dipukul seseorang saat pulang mengajar ngaji dari Masjid Nurul Iman, Senin malam (26/2) sekitar pukul 20.30. Jarak lokasi pemukulan dari masjid hanya sekitar 25 meter.

Akibat kejadian itu, korban yang merupakan perangkat Desa Darmacaang Kecamatan Cikoneng dilarikan ke RSUD Ciamis oleh warga. Kini, kondisinya mulai membaik.

Rian menjelaskan, malam itu dia baru pulang dari masjid yang tidak jauh dari rumahnya. Tiba-tiba, bagian belakang kepalanya terasa seperti disetrum, kemudian dipukul menggunakan benda tumpul. Setelah itu dia tidak ingat apa yang terjadi karena pingsan.

BACA: Lagi dan Lagi, Tadi Malam Ustaz Diseret lalu Dicekik Pakai Sorban oleh Pria Bertopeng

Beberapa saat kemudian dia sadar dan langsung berteriak meminta tolong. Warga kemudian berdatangan dan membawanya pulang ke rumah. “Saya tidak mengetahui persis pelaku penyerangan siapa karena dari belakang,” ucapnya saat ditemui di RSUD Ciamis Selasa (27/2).
Rian mengaku kaget lantaran selama ini dia tidak punya musuh. Ia pun mengaku tak punya masalah dengan siapa pun. “Perasaan, saya tidak punya musuh dan masalah apa-apa dengan orang lain,” ucapnya.

Sifa (24), istri korban juga mengaku kaget saat warga datang ke rumah mengantarkan sang suami beramai-ramai. Saat itu, Rian datang dengan wajah pucat. Sifa sendiri mengaku heran karena selama ini sang suami tak pernah bermasalah dengan siapa pun. Sehari-hari Rian biasanya bekerja di kantor desa kemudian mengajar ngaji di madrasah setelah ashar. Malam harinya Rian kadang pulang agak larut karena harus mengisi pengajian di sejumlah masjid. “Saya heran kenapa sampai tega menganiaya suami saya,” katanya.

Kepala Desa Darmacaang Ii Suherli mengakui Rian merupakan perangkat desa di tempatnya mengabdi. Pada malam kejadian, warga sempat menyisir orang yang diduga melakukan tindakan tersebut kepada Rian. Tapi tidak ketemu. Dugaan sementara, pelaku sudah mengintai Rian sebelum menjalankan aksinya. “Heran juga, sampai ada yang menganiaya. Rian orangnya padahal dikenal baik,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto membenarkan adanya informasi perangkat Desa Darmacaang yang dianiaya orang misterius. Kepolisian telah melakukan olah TKP dan penyelidikan atas dugaan penganiayaan itu. Termasuk melakukan visum terhadap Rian. Namun, tidak ditemukan luka luar pada Rian. “Kami juga melakukan permintaan untuk cek visum dalam. Siapa tahu ada luka,” katanya.

Hasil olah TKP sementara, lanjutnya, di lokasi kejadian ditemukan sebongkah batu dengan ukuran cukup besar. Diduga digunakan pelaku untuk memukul korban dari belakang. Sementara dari pengakuan Rian, dia mengaku dipukul tiga kali. Yakni di bagian pinggang, punggung dan kepala bagian bawah. Juga merasa seperti disetrum.

Menurutnya, ada beberapa saksi yang mengatakan Rian ditemukan dengan posisi kepala di atas batu. “Sejauh ini kami lagi penyelidikan intensif dulu. Belum bisa menyimpulkan lebih jauh. Korban juga belum bisa diambil keterangan lebih jauh,” katanya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.