Di Ciamis, KBM Tatap Muka Mulai Agustus, Kadisdik Keberatan

2537
0

CIAMIS – Meski sudah ada pengumuman dari Gubernur Jabar, bagi 257 kecamatan zona hijau untuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM), namun Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, keberatan dan lebih memilih program daring dan guru keliling.

Dijelaskan Juru Bicara COVID-19 Ciamis Bayu Yudiawan bahwa di Ciamis hanya ada 30 persen kecamatan yang masuk zona hijau, atau sekitar 8 dari 27 kecamatan.

Dimana, secara keseluruhan Ciamis dari evaluasi kewaspadaan masuk zona biru untuk Jabar.

Secara nasional masuk zona rendah risiko atau zona kuning, dimana ada beberapa kecamatan di Ciamis, nol kasus.

“Secara teknis, pihaknya menunggu kajian dari PIKOBAR. Dan itu menjadi dasar Gugus Tugas Covid-19 untuk pembukaan sekolah dengan melihat implementasi penerapan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Meski sudah ada aba-aba untuk sekolah kembali buka, tapi secara resmi menunggu SK atau edaran yang secara langsung me-review kesiapan wahana untuk melaksanakan protokol Corona.

“Kami dari gugus Tugas Covid-19 akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah,” ujarnya, seraya memperkirakan KBM tatap muka berjalan mulai Agustus 2020.

“Hal ini kaitan dengan kesiapan dalam upaya pencegahan penularan Corona. Karena, meski zona hijau, potensi penularan bisa saja terjadi,” sambungnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan Ciamis H Tatang mengatakan, untuk tahap awal hanya SMA/SMK yang boleh buka. Namun, hal itu kewenangannya di Provinsi Jawa Barat.

“Kami telah rapat dan sosialisasi dalam persiapan sekolah belajar tatap muka,” katanya.

KBM, kata dia, terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan, guru, pengawas, kepala sekolah dan peserta didik yang harus siap.

“Sampai saat ini Ciamis masih zona kuning. Jadi proses belajar masih menggunakan daring dan mobile teacher,” ujarnya.

Kata Tatang, ada kesulitan dalam hal pengawasan ketika diberlakukan KBM tatap muka..

“Ketika pulang atau sebelum berangkat sekolah, khawatir peserta didik berkumpul dulu di suatu tempat, tidak langsung pulang. Termasuk ada yang naik angkot dan sebaginya,” keluhnya.

Pihaknya berpendapat lebih baik bertahan menjalankan program pemerintah dengan belajar sistem daring dan guru keliling.

“Lebih baik menunda tatap muka dari pada terjadi hal yang tidak diinginkan,” tuntasnya.

(iman s rahman)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.