Di Ciamis, Semua Unsur Harus Antisipasi Bencana Alam

35
0
Loading...

CIAMIS – Kabupaten Ciamis menjadi salah satu daerah yang rawan bencana. Maka dari itu, BPBD terus mencari cara untuk menanggulangi dan mencegah berbagai potensi bencana yang ada. Termasuk menggandeng semua unsur untuk mencari solusi meminimalisasi bencana-bencana yang ada.

Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Ciamis Dian Wardianto mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan berbagai skema dalam mengatasi berbagai potensi bencana yang sering terjadi.

Salah satunya yang dinilai efektif adalah penanaman pohon keras secara berkelanjutan, khususnya di daerah-daerah yang rawan bencana. Namun, rencana itu selalu terkendala dalam pengadaan bibit pohon karena keterbatasan anggaran.

“Makanya sekarang akan berupaya menggandeng berbagai unsur dalam rencana penanaman pohon keras sebagai upaya pencegahan dan antisipsi bencana alam,” ujarnya kepada Radar, Minggu (25/1).

Baca juga : Parkir Berlangganan di Ciamis Harus Matang

loading...

Lanjut dia, yang akan digandeng dalam kerja sama penanggulangan dan pencegahan bencana yakni Asosiasi Pembantu Penghulu (APP), Dinas Pendidikan, Badan Kepegawian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) serta kampus-kampus yang ada di wilayah Ciamis.

“Semuanya akan dikerjasamakan dalam pengadaan bibit pohon keras untuk penanaman,” katanya.

Lanjut dia, mekanismenya pun sudah dipersiakan dengan matang. Contohnya dengan APP, di mana bagi calon pengantin (catin) diimbau membawa dua bibit pohon keras.

Kemudian untuk Dinas Pendidikan dari berbagai tingkatkan sekolah, untuk siswa baru dianjurkan membawa satu bibit pohon, begitu juga dengan kampus-kampus untuk menganjurkan kepada para mahasiswa baru. Sedangkan BKPSDM, bisa diarahkan untuk pegawai yang mengikuti diklat membawa bibit pohon.

“Setelah bibit pohon berbagai jenis terkumpul, penanaman akan dilakukan di daerah-daerah, khususnya yang menjadi rawan bencana seperti longsor, banjir dan pergerakan tanah. Kemudian di musim kemarau, pohon-pohon itu bisa menjadi resapan air,” ujarnya, menjelaskan.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pembantu Penghulu (APP) Tata SH melalui penasehat APP Tantan Hermawan menyampaikan bawa pihaknya sudah membahas dalam rakor bulanan terkait rencana penggalangan bibit pohon untuk penanggulangan bencana.

“Bahkan ide calon pengantin bawa pohon itu muncul dari amil di Kecamatan Panumbangan dan mendapatkan apresiasi dari BPBD. Rencana ini jangan hanya dari imbauan saja, melainkan harus ada edaran resmi dari bupati sebagai payung hukumnya hang kuat,” katanya, menjelaskan. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.