Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.5%

19.8%

7.7%

69%

Di Ciawi Tasik, Rumah 5×2 Meter Dihuni 8 Jiwa

250
0
TIDAK LAYAK. Iyam (66) tinggal di rumah berukuran 5x2 meter bersama anak dan cucunya dengan total penghuni delapan orang, Kamis (11/6).

CIAWI – Iyam (66), janda yang sudah lanjut usia warga Kampung Leles Girang RT/RW 01/02 Desa Kurniabakti Kecamatan Ciawi tinggal di rumah berukuran 5×2 meter bersama anak dan cucunya dengan jumlah tujuh orang.

Mereka harus rela berdesak-desakan karena belum bisa memperbaiki rumahnya.

Baca juga : Puluhan Warga Sukakarsa Kabupaten Tasik Terjangkit Chikungunya

Iyam tinggal bersama anak dan cucunya di rumah berukuran 5×2 meter serta belum bisa memperbaikinya, karena selama ini hanya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak tetap.

“Saya hanya kerja serabutan, kalo ada yang menyuruh ke sawah baru bisa bekerja dan itu pun tidak setiap hari,” ujarnya kepada Radar, Kamis (11/6).

Kata dia, rumah ini diisi delapan orang dengan kondisi bangunan dinding terbuat dari bilik dan GRC yang sudah lama belum ada perbaikan.

Terkadang ketika malam hari angin malam pun sangat mudah masuk ke rumahnya karena banyak celah-celah dari dinding tersebut.

“Sebenarnya ingin sekali memperbaiki rumah ini, tapi sampai saat ini belum memiliki uang. Karena penghasilan sehari-hari hanya cukup untuk makan dan kebutuhan yang lainnya. Jadi sangat berharap sekali bisa mendapatkan bantuan rehab rumah,” harapnya.

“Terkadang dalam sehari tidak mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari, ditambah sekarang sudah hampir lima bulan tidak ada penghasilan karena terdampak wabah Covid-19,” katanya, menam­bahkan.

Hasanudin (27), tetangga Iyam mengaku sangat prihatin melihat kondisi rumahnya yang tidak layak huni sejak dulu.

“Rumahnya dari dulu tidak pernah mendapat bantuan apapun, hanya menggunakan dana sendiri dengan seadanya untuk mem­perbaikinya,” kata dia.

Baca juga : 141 Siswa SMK di Ciheras Kabupaten Tasik ikut PAT Online

Kepala Desa Kurniabakti Cece Hermana menjelaskan, kalau Iyam sekarang sudah masuk dalam daftar penerima bantuan PKH dan baru masuk bulan Mei lalu.

“Terkait masalah rumahnya itu, sudah pernah mendapatkan bantuan pada zaman kepala desa sebelumnya,” ujar dia. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.