Di Cisayong Tasik, Dinsos Selidiki BLT yang Diubah Jadi Sembako

1553
5

SINGAPARNA – Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PMD-P2A) akan mendalami penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) di Desa Cisayong yang diubah menjadi sembako.

Kabid Perlindungan Jaminan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos PMD-P2A Kabupaten Tasikmalaya Rahmat mengatakan, pemerintah daerah atau dinas sendiri memaklumi kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Desa Cisayong dengan membuat kesepakatan bersama di atas materai yang ditandatangani antara penerima atau masyarakat, RT/RW dan pemerintah desa itu sendiri.

Baca juga : Antrean Panjang Bikin SKCK di Polres Tasikmalaya

“Kaitan soal teknis penyaluran bantuan BLT di Desa Cisayong, kami akan mempelajari dan mendalami serta mencoba komunikasi dengan pimpinan. Kami akan mencoba komunikasi dengan kepala dinas dan menyampaikannya kepada bupati seperti apa menyikapinya. Namun, kita memaklumi Pemerintah Desa Cisayong mengambil kebijakan atas kesepakatan bersama dengan penerima, RT dan RW,” ujarnya kepada Radar, Kamis (4/6).

Menurut dia, alasan Pemdes Cisayong disalurkannya bantuan tersebut dalam bentuk sembako supaya merata atas kesepakatan bersama di atas materai bersama penerima, RT dan RW, memang mengacu atau punya acuan ke Permendes.

“Memang mempunyai alasan kuat, dengan tanda tangan di atas materai bersama penerima. Ya kita memahami adanya pemerataan, karena yang tahu kondisi di masyarakat adalah desa, RT/RW, siapa yang layak menerima dan tidak kebagian,” ujar dia.

Loading...

Sebetulnya, ungkap dia, permasalahan seperti ini bukan hanya terjadi di desa Cisayong, kemungkinan terjadi juga di desa lain.

Namun, kebetulan yang muncul adalah di Cisayong.

“Dinas pun memahami, karena memang pemerintah pusat pun tidak akan tahu kondisi sesungguhnya di bawah. Banyak kasus penerima bantuan atau masyarakat miskin yang layak mendapatkan bantuan malah tidak dapat, karena pemerintah pusat menginginkan nomor induk kependudukan (NIK) yang valid,” ujarnya.

Baca juga : 120 Calhaj dari Kampung Cimawate Sukaraja Tasik Batal Berangkat

Sementara, lanjut dia, masih ada masyarakat yang belum memperbaiki NIK atau dokumen kependudukan , sehingga ada perbedaan nomor NIK dengan KTP karena belum di upgrade, sehingga tidak masuk sistem dan akhirnya tidak terdata dan tidak dapat bantuan.

“Otomatis kalau ada kesalahan sistem tidak dapat bantuan. Di sisi lain pusat tidak mau tahu, asal bantuan tersalurkan kepada penerima yang datanya valid. Artinya, kejadian di Cisayong kita maklumi, walaupun memang tidak sesuai aturan, tetapi kepala desa punya acuan Permendes dan tanda tangan diatas materai,” ujar dia. (dik)

Loading...
loading...

5 KOMENTAR

  1. Bansos atau BLT Dana Desa? Jika acuannya Permendes berarti itu bersumber dari Dana Desa. Koreksi :
    1.Jika dari Dana Desa berarti harus berbentuk BLT bukan sembako.
    2.Pada Dinsos PMD P3A, bidang yg menangani Dana Desa itu ada diBidang Pemberdaayaan dan Kelembagaan Masyarakat Desa.

  2. Di kec Cineam ( gak tahu desa mana aja) juga iya diganti sembako..beras kwalitas kurang bagus, daging ayam pada busuk dll…tolong di selidiki ya..kasian banyak harga yang di mahalkn

  3. Saya juga heran dkmpung saya orng kaya ko dpet smua sedangkn adik saya yg kurg mampu ga dpet sma skli yg pling nyesek itu cuma 2 org yg ga dpet yg laen dpet smua

  4. Tolong selidiki juga d kec.cisayong tpatnya d ds.sukasetia kp.setiamulya. krna ada bantuan sembako yg d rubah jadi uang, n ada yg nerima BLT yg tdak transparan n masyarakat tdak tahu berpa n berupa ap sja bntuan dri pmrintah. Trmksh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.