Di Garut, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal, Pegawai Desa Terpapar

2570
0

GARUT KOTA – Dua pasien positif Covid-19 di Kabupaten Garut meninggal dunia. Kedua pasien meninggal saat menjalani isolasi dan perawatan di RSUD dr Slamet Garut.

Kedua pasien yakni laki-laki usia 75 tahun asal Kecamatan Wanaraja dan laki-laki usia 55 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul.

“Dilaporkan ada dua orang pasien positif Covid-19 meninggal dunia. Jadi total kasus positif Covid-19 yang meninggal dunia itu menjadi 25 orang,” ujar Humas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Garut Yeni Yunita kepada wartawan, Selasa (17/11).

Yeni menerangkan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut masih terjadi, bahkan setiap hari ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan swab. Laporan terakhir, kata dia, berdasarkan hasil tes usap di laboratorium RSUD dr Slamet Garut sebanyak 17 orang dan satu kasus di fasilitas pelayanan rumah sakit lain di Garut.

Baca juga : Pemkab Garut Segera Bangun Fasilitas Wisata di Gunung Putri

Secara akumulasi, kata Yeni, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.272 kasus, terdiri dari 541 kasus menjalani perawatan medis di rumah sakit, 706 orang dinyatakan sembuh dan 25 orang meninggal dunia.

“Konfirmasi positif 1.272 kasus, 541 kasus isolasi di rumah sakit, 706 kasus sembuh dan 25 kasus meninggal,” katanya.

Ia menyampaikan tim gugus tugas terus melakukan penelusuran dan tes usap terhadap warga yang pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19 maupun orang yang memiliki risiko tinggi terpapar virus tersebut.

Yeni menyebut kasus penularan Covid-19 di klaster keluarga masih terjadi, sehingga harus diwaspadai karena penularannya cepat terjadi dari satu anggota keluarga pada anggota keluarga yang lainnya.

Camat Sucinaraja Iwan Trisdiawan mengatakan saat ini ada perangkat Desa Cigadog yang terpapar Covid-19 dan sudah mendapatkan perawatan dan isolasi di Rumah Sakit Medina, Wanaraja. “Untuk yang positif sudah diisolasi di Medina.

Sementara yang kontak erat sudah dilakukan swab test dan melakukan isolasi mandiri di rumah sambil menunggu hasilnya,” ujarnya.

Selain melakukan penanganan terhadap perangkat desa yang positif dan kontak erat, pihaknya juga melakukan upaya sterilisasi dan memutus penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

“Mulai Senin (16/11) pelayanan di kantor desa ditutup sementara. Walaupun kondisi kantor desa tutup, namun bila ada keperluan dokumen yang sekiranya penting, bisa langsung mendatangi kantor kecamatan. Kami di kantor Kecamatan Sucinaraja siap melayani masyarakat Cigadog,” ujarnya.

Menurut Iwan, kegiatan Pemerintah Desa Cigadog secara teknis masih berjalan dan sementara koordinasi dan komunikasi dengan satuan tugas Covid-19 kecamatan.

“Kondisi perangkat yang terkonfirmasi positif, Alhamdulillah tetap sehat, sekarang masih menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit Medina Wanaraja,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.