Di Garut Ada Kerajaan Kandang Wesi, Begini Kata Sang Raja..

1027
0

GARUT – Kerjaan – kerjaan baru di Indonesia terus bermunculan. Ada Kerjaan Selaco di Tasikmalaya Jabar. Kerjaan Sunda Empire di Bandung Jabar. Kerjaan Agung Sejagat di Purworejo Jawa Tengah.

Kali ini terkuak juga di Kabupaten Garut Jawa Barat. Namanya Kerajaan Kandang Wesi.

Menanggapi maraknya kerajaan baru, hingga raja dan ratunya dijebloskan penjara lantaran bermasalah hukum,  Raja Kandang Wesi, Nurseno SP Utomo angkat bicsra.

Sang Raja Kandang Wesi enggan disamakan dengan raja-raja palsu yang sekarang mulai bermunculan, salah satunya dengan Raja Keraton Agung Sejagat.

Baca Juga : Kerajaan Selacau di Tasik tak Terdaftar di Kesbangpol, tapi Ada Akta Notaris, SK Kemenkumham & dari PBB

“Saya bukan seperti raja-raja yang sekarang bermunculan,” ujar Nurseno kepada wartawan saat ditemui di salah satu kafe di Garut Kamis (23/1) malam.

Menurut dia, gelar raja yang disematkan kepada dirinya, merupakan penghargaan atas jasanya mendirikan padepokan bela diri Syahbandar, Kari Madi (SKM) yang didirikannya di Kampung Cimareme Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng Garut, sejak tahun 1998.

“Saya dapat pengakuan sebagai Raja Kandang Wesi tahun 2004 dari Forum Komunikasi raja-raja dan sultan Nusantara yang diketuai Maskut Toyib yang juga kepala kebudayaan TMII (Taman Mini Indonesia Indah),” ujarnya.

Menurut dia, raja yang diembannya ini hanya sebagai gelar, bukan membuka sebuah kerajaan.

Mengenai Kandang Wesi? Nurseno menegaskan bahwa itu merupakan sebuah kerajaan yang berada di lokasi padepokan yang didirikannya.

“Keberadaannya sudah ada penelitiannya. Saya dikasih gelar itu, hanya sebagai pemangku adat untuk menjaga budaya di sana,” katanya.

Nurseno mengatakan, ia juga tak pernah mendeklarasikan diri menjadi seorang raja. Para murid di padepokan bela dirinya juga tak disebut sebagai pengikut kerajaan.

Apalagi sampai memakai kostum khusus seperti Sunda Empire atau Keraton Agung Sejagat.

“Saya ada kostum tapi hanya untuk saya. Murid saya yang lain tidak pakai kostum. Tidak ada pangkat-pangkat. Semua itu hanya untuk menjaga budaya saja,” terangnya.

Dia juga menegaskan tidak mengajarkan aliran sesat dan melarang orang untuk Salat. Terlebih sampai mengajak orang menyimpang dari ajaran agama.

“Tanya saja orang di sana (Pakenjeng) pernah tidak diajak melakukan ritual yang menyimpang dari agama. Malahan saya membantu membangun masjid di sana,” terangnya.

Selama Kerajaan Kandang Wesi berdiri, Nurseno menyebut tak meminta para muridnya untuk menolak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan, malah mengajak untuk menjaga adat budaya bangsa demi keutuhan NKRI.

“Saya tak punya anggota kerajaan. Tak pernah memungut iuran. Bisa dibuktikan itu semua. Kerajaan ini juga tidak ada urusan dengan agama, walau saya orang beragama,” katanya.

Ia menyesalkan dengan isu yang berkembang jika dirinya mengajarkan aliran sesat. Hingga memungut iuran bagi yang ingin menjadi pengikutnya.

“Sudah jelas berbeda dengan Keraton Agung Sejagat yang memang menipu,” paparnya.

(yana taryana)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.