Di Garut Gunakan Kentongan Sebagai Peringatan Dini Tsunami

27
0
Tubagus Agus Sofyan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Garut

TAROGONG KIDUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mengadakan simulasi penanganan bencana dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Simulasi ini diadakan sebagai persiapan jika gempa megathrust dengan kekuatan 9,1 magnitudo dan tsunami 20 meter terjadi selatan Pulau Jawa.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Garut Tubagus Agus Sofyan mengatakan, kegiatan simulasi bencana dengan BMKG ini diadakan untuk membangun mitigasi yang akan dilakukan.

“Simulasinya menggambarkan jika tsunami 20 meter melanda. Hasilnya akan kami koordinasikan dengan para camat,” ujar Tubagus kepada wartawan, Selasa (6/10).

Menurut Tubagus, ada 22 desa di pesisir selatan Garut yang diperkirakan terdampak. Hanya komunikasi yang bisa dilakukan karena rusaknya delapan alat peringatan dini atau early warning system (EWS) yang ada di Garut.

“Sementara ini jika terjadi gempa akan secepatnya dikomunikasikan. Soalnya EWS tak berfungsi,” katanya.

Loading...

Tubagus menambahkan, EWS yang rusak itu karena adanya beberapa peralatan yang dicuri seperti aki. Padahal keberadaan EWS sangat penting untuk memberi peringatan jika ada potensi tsunami.

“Kalau berfungsi begitu ada peringatan kami tinggal menekan tombol sirine tsunami yang ada di kantor. Nanti akan berbunyi di wilayah selatan untuk memperingatkan warga,” ucapnya.

Tubagus menuturkan, telah meminta para kepala desa untuk menyiapkan kentongan dan pengeras suara di setiap kampung. Alat itu nantinya dipakai untuk memperingatkan warga jika ada ancaman tsunami.

“Skema terburuk kalau EWS belum berfungsi pakai kentongan dan pengeras suara dulu. Sebagai peringatan dininya,” katanya.

Terkait kesiapan warga menghadapi bencana, Tubagus mengaku belum pernah ada simulasi untuk melatih warga. Pihaknya pun akan segera melakukan simulasi bencana kepada warga yang terdampak.

Terpisah, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyampaikan bahwa masyarakat Garut banyak yang akan terdampak terjadi tsunami dan gempa. Ia menyampaikan agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan yang terjadi.

“Dengan adanya isu ini persiapan mitigasi bencana harus benar-benar diperhatikan dengan baik. Kesadaran masyarakat juga harus ditumbuhkan karena ini sangat mengancam siapa saja,” ucapnya.

Terkait rusaknya delapan EWS di selatan Garut, pihaknya berupaya untuk segera memperbaiki. Fungsi EWS sangat vital sebagai informasi awal kepada masyarakat. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.