Di Garut, Isolasi Pasien Corona tak Bisa Dilakukan di Pesantren

39
0
PAPARKAN. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani memaparkan tentang peningkatan kasus Covid-19. yana taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani menyebutkan, saat ini beberapa pesantren di Kabupaten Garut telah menjadi klaster penyebaran Covid-19.

“Sekarang ini sudah ada beberapa pesantren yang ditemukan terpapar Covid-19, yang paling banyak ada di dua pesantren, di Pangatikan dan Limbangan. Kalau yang lainnya jumlahnya kecil,” ujar Leli kepada wartawan, Minggu (25/10).

Menurut dia, saat ini Gugus Tugas masih terus melakukan penelusuran lingkungan pesantren. Aktivitas di pesantren yang ditemukan adanya kasus terkonfirmasi Covid-19 dihentikan sementara waktu sampai penelusuran selesai dilakukan.

Para santri yang dinyatakan positif Covid-19 telah dibawa ke rumah sakit rujukan untuk diisolasi. Sementara santri yang negatif tetap diisolasi di pesantren. “Karena kan mereka statusnya kontak erat, jadi harus diisolasi juga. Kalau yang positif semua di rumah sakit,” terangnya.

Leli memperkirakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di lingkungan pesantren masih akan terus bertambah. Sebab, santri di satu pesantren bisa mencapai ribuan. Karenanya, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut terus mencari alternatif-alternatif lain untuk penanganan kasus di pesantren.

Ia mengungkapkan, pihaknya sempat ingin menggunakan pesantren sebagai tempat isolasi mandiri para santri yang dinyatakan positif Covid-19, jika perbandingan santri yang positif lebih banyak daripada yang negatif.

Dengan kata lain, santri yang sehat yang akan diambil untuk dikembalikan kepada keluarganya. Hal itu untuk mengantisipasi penuhnya ruang isolasi di rumah sakit. Namun pilihan itu belum bisa terlaksana. Menurut dia, saat ini pesantren di Kabupaten Garut belum siap menerapkan isolasi mandiri.

Dikhawatirkan, jika santri yang positif Covid-19 dipaksakan menjalani isolasi di lingkungan pesantrennya, justru penyebaran kasus Covid-19 akan menjadi lebih luas. “Karena kemarin di lokasi, anak-anak kita suruh tetap diam, tetap saja keluar masuk,” ujarnya.

Selain itu, Leli menambahkan, banyak pesantren di Garut yang lokasinya berbaur dengan masyarakat. Karenanya, isolasi para santri positif Covid-19 tak bisa dilakukan di pesantrennya, sebab jika protokol kesehatannya tak dijalankan secara ketat, warga di sekitar pesantren justru akan tertular.

“Karena itu kita putuskan tetap kita ambil yang positif untuk diisolasi,” katanya.

Meski begitu, kata dia, jika kasus Covid-19 di lingkungan pesantren terus meningkat, Dinas Kesehatan akan mempersiapkan pesantren menjadi tempat isolasi.

Tentu dengan pengawasan dari Gugus Tugas dan tenaga kesehatan.

“Saya juga sudah koordinasi dengan tim kesehatan masyarakat untuk membantu pesantren tetap patuh protokol kesehatan dan menyiapkan tempat apabila terjadi outbreak di pesantren,” ujarnya.

Penanganan dengan mengisolasi santri positif Covid-19 di pesantrennya sendiri pernah dilakukan di Tasikmalaya. Sementara santri yang dinyatakan negatif diperbolehkan kembali ke rumahnya masing-masing.

Baca juga : Wabup Garut Ajak Santri Berjihad Lawan Covid-19

Leli mengatakan, saat ini aktivitas di pesantren yang terdapat kasus Covid-19 dihentikan sementara. Adapun pesantren lainnya masih berjalan seperti biasa. Namun, ia mengimbau agar aktivitas pesantren tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat.

“Sebab di pesantren itu kan seperti sudah keluarga, sudah dekat, jadi lupa menerapkan protokol kesehatan. Itu yang menyebabkan kasus berkembang biak cepat di pesantren,” terangnya.

Untuk menghentikan aktivitas pesantren secara keseluruhan di Kabupaten Garut, menurut Leli, hal itu menjadi kewenangan Gugus Tugas. Dinas Kesehatan hanya bisa memberikan rekomendasi dan imbaunnya.

“Kalau kita intinya semua aktivitas harus sesuai protokol kesehatan. Kalau tidak bisa melakukan protokol kesehatan, Gugus Tugas akan bertindak,” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.