Di Jabar Ada 15 Kampung Narkoba

27
0

BANDUNG – Saat ini peredaran narkoba paling menonjol di Jawa Barat (Jabar) tersebar di 15 daerah.

Hal ini dinilai oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Heru Winarko. Menurutnya, ada 15 kampung yang menjadi sarang peredaran narkoba mulai dari pengguna hingga transaksi pengedar di wilayah Jawa Barat. “Ini menjadi pekerjaan rumah kita semua, agar 15 kampung itu bisa kita bersihkan,” ujarnya saat melihat fasilitas baru milik BNN Jabar Rabu (27/2).

Heru menyebutkan kampung-kampung narkoba tersebut di antaranya sembilan ada di Depok, dan yang lainnya tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jabar.

“Saya bicara dengan Pak Gubernur (Ridwan Kamil, Red) agar kampung terpapar narkoba ini bisa kita garap. Kita kembalikan kampung-kampung itu menjadi seperti kampung lainnya, “ kata Heru ketika ditemui di Gedung Baru BNN Jabar kemarin. (27/2).

Untuk mengatasi masalah tersebut, kata Heru, perlu adanya program khusus dari pemerintah dengan cara melakukan pemberdayaan ekonomi terhadap peredaran narkoba di kampung itu. Sebab, sebagian besar para pengedar narkoba di kampung tersebut merupakan ibu rumah tangga.

“Kampung-kampung itu nanti kita garap, karena banyak pengedar ibu-ibu. Sekarang kita coba bagaimana mereka punya mata pencaharian, pengedar narkoba ini kita ubah agar punya keterampilan,” tuturnya.

Dia mengakui program pemberdayaan ekonomi tersebut nantinya akan dikoordinasi bersama Pemprov Jabar. Sehingga output yang diharapkan kampung narkoba tersebut akan menjadi kawasan produktif secara ekonomi.

“Nanti ada start up atau kita pasarkan secara online hasil-hasil binaan dari BNN, namanya stopnarkoba.com,” tukas Heru.

Heru mengungkapkan saat ini angka prevalensi pengguna narkoba di Jawa Barat mencapai 1,7 persen artinya ada sekitar 800-900 ribu pengguna. Sementara untuk pengguna narkoba ada tiga jenis, yaitu pengguna coba pakai 57 persen, pengguna reaksional atau rutin 27 persen, serta pengguna pecandu 16 persen.

Selain itu, salah satu kendala dalam gerakan antinarkoba adalah tempat rehabilitasi. Hingga saat ini, kata Heru, Jawa Barat pun belum memiliki tempat rehabilitasi bagi para pengguna narkoba.

“Untuk tempat rehab, terus terang saja di Jawa Barat ini tidak ada tempat rehab, masih di Lido (Bogor) punya BNN. Maka kita optimalkan bagaimana tempat rehab sosial, tempat rehab kesehatan kita optimalkan termasuk rumah sakit, puskesmas harus bisa kita optimalkan,” tutup Heru. (yan)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.