Di Kabupaten Tasik, Shalat Tarawih tak Dilarang tapi Harus Ini..

1057
0
Ahmad Muksin Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Tasikmalaya

SINGAPARNA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan tidak melarang masyarakat untuk melaksanakan salat tarawih berjemaah di Bulan Suci Ramadan. Hal itu diungkapkan Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Tasikmalaya Ahmad Muksin kepada Radar, Selasa (21/4).

Kata dia, pemerintah daerah sudah mengeluarkan Surat Imbauan Nomor 26 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Ibadah Pada Bulan Ramadan di Tengah Wabah Virus Corona. Imbauan ini dikeluarkan sebagai respons dari usulan sejumlah ormas Islam terkait pelaksanaan salat tarawih berjamaah di masjid. “Ada 12 poin dalam imbauannya,” katanya, menjelaskan.

Baca juga : Dinilai Ada Indikasi Mark Up, Bag Umum Pemkab Tasik; Pengadaan Alat Studio Sesuai Usulan

Dalam poin tersebut, kata dia, menegaskan bagi masyarakat yang sedang sakit atau warga dengan status orang dalam pemantauan (ODP) yang menjalankan karantina mandiri, melaksanakan salat tarawih di rumah.

Kemudian, bagi masyarakat yang tetap akan menunaikan salat tarawih berjamaah di masjid, harus melaksanakan protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak minimal dua meter, mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir sebelum wudhu. Membawa alas sujud masing-masing, menggunakan masker, tidak bersalaman dan bersentuhan anggota badan.

Kemudian, kata dia, imbauan lainnya tidak membuat kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama atau kegiatan di suatu tempat yang menciptakan keramaian. Kegiatan tilawah atau tadarus Al-Qur’an dilakukan di rumah masing-masing. Tidak ada peringatan nuzulul Qur’an dalam bentuk tablig dengan menghadirkan penceramah dan masa dalam jumlah besar baik di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala.

Lanjut dia, pemerintah daerah juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan itikaf Bulan Ramadan di masjid atau musala secara berjemaah. Bagi pondok pesantren yang mengadakan kegiatan pesantren ramadan harap melaksanakan protokol kesehatan dengan baik dan benar, serta apabila ada santri baru harus membawa surat keterangan sehat dari puskemas setempat.

“Bagi masyarakat yang akan melaksanakan salat Idul Fitri baik di masjid atau di lapangan harus melaksanakan protokol kesehatan secara baik dan benar. Silaturahmi atau halalbihalal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya bisa dilakukan melalui media sosial dan video call,” terang dia.

Kemudian, bagi masjid-masjid yang rawan disinggahi oleh orang banyak dan tidak terkontrol, ada baiknya tidak digunakan untuk berjemaah atau ditutup. Karena bupati meminta agar masjid-masjid lain di tiap kecamatan harus diawasi oleh Muspika, MUI dan ormas di kecamatan masing-masing.

“Lalu ditentukan oleh keputusan bersama tentang status kelayakan masjid tersebut untuk digunakan berjamaah dengan mengacu kepada protokol kesehatan secara baik dan benar. Masjid-masjid yang digunakan untuk beribadah harus memperketat perhatian terhadap kebersihan dan kesehatan jemaahnya,” papar dia.

Baca juga : Pemkab Tasik Keluarkan Rp7,5 M untuk 7 Mobil & 4 Motor, Realistis Ngga?

Kata dia, caranya dengan membersihkan masjid tersebut setiap hari dan meningkatkan fasilitas kebersihan dan kontrol kesehatan bagi jemaahnya.

Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam MPd menyambut surat imbauan dari pemerintah daerah dalam tata cara peribadahan di tengah wabah Covid-19, sehingga masyarakat mempunyai pegangan. “Kita sambut baik, bagi masyarakat yang tetap ingin melaksanakan salat tarawih berjemaah di masjid tetap ikuti anjuran dan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah,” ungkap Atam. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.