Di Karangnunggal Tasik Banyak ODP Pulang dari Jakarta, 20 Pengubur Jasad di Cibatuireng Diawasi

6123
3

PUSAT Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Karangnunggal terus menerima laporan adanya penambahan jumlah warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) corona. Pasalnya banyak warga yang pulang dari Jakarta dan daerah zona merah lainnya.

“Cukup menyayangkan banyak yang pulang dari Jakarta menggunakan kendaraan pribadi. Memang untuk kendaraan umum seperti bus dipantau ketat, tapi yang menggunakan kendaraan pribadi tidak terpantau,” ujar Kepala UPTD Puskesmas Karangnunggal Dadan Kusnanto SKm saat dihubungi Radar, Kamis (26/3).

Baca juga : Kata Manajemen SMC, Warga Karangnunggal Tasik yang Meninggal Statusnya PDP Corona

Kata dia, saat ini semua orang harus beranggapan bahwa di sekelilingnya sudah terjangkit Covid-19, sehingga masker dan hand sanitizer digunakan setiap hari. Dengan demikian, semua orang bisa meningkatkan kewaspadaan dalam pencegahan penyebaran virus corona.

Selain dari yang baru datang dari Jakarta dan daerah zona merah lainnya, kata dia, Puskesmas Karangnunggal pun melakukan pemantauan kepada keluarga, kerabat, orang yang membawa belangkar dan semua yang mengantar ke pemakaman korban meninggal yang diduga PDP corona asal Desa Cibatuireung. “Sekitar ada 20 orang jumlahnya yang kami pantau dan semuanya menjadi ODP,” katanya.

“Orang-orang tersebut seharusnya diam di rumah dan jangan ke sana kemari atau keluar rumah, biarkan kami yang bekerja. Jangan sampai yang lainnya ada yang kena lagi, karena tidak akan ada selesai penularannya,” ujar dia.

Baca juga : Pemkab Tasik Dinilai tak Serius Tangani Corona, 1 Warga Karangnunggal Mati Diduga Positif Covid-19

Sebagai antisipasi, kata dia, Puskesmas Karangnunggal sudah membuat dua tenda. Sehingga pasien yang dicurigai pulang dari Jakarta, ISPA dan sakit umum dipisahkan. “Ketika ada gejala bisa kontak 119. Ada sesak napas, riwayat kontak dari jakarta, langsung dirujuk. Tapi kalo tidak kemana-mana hanya ada di kampung, ingin dirujuk tidak bisa. Ini khusus bagi yang dari luar kota, ada gejala seperti batuk, panas, demam dan sesak napas,” kata dia.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes mengatakan, berkaitan warga Desa Cibatuireng Kecamatan Karangnunggal yang sempat dirawat di RSUD SMC dan meninggal, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan keluar. “Dalam waktu dua hari sampai 10 hari ke depan hasil akan keluar dan diharapkan hasilnya negatif. Untuk kasus di Karangnunggal, kita belum bisa memastikan dan itu di luar yang PDP,” kata dia. (Obi)

loading...

3 KOMENTAR

  1. Yaa smoga aja cpat ber lalu,badai pasti berlalu. Semangat buat para medis karangnunggal sehat sllu…slm atu jiwa

  2. Kesadaran dan kedisiplinan masyarakat boleh dikatakan masih rendah. Sudah tahu ada himbauan bahkan larangan untuk bepergian sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan, tapi tetap saja masih banyak yang membandel. Mungkin karena belum pernah merasakan penderitaannya terinfeksi virus Corona, sehingga sebagian menganggap enteng dan terkesan malah jadi lelucon.

  3. Pemantauan dan pemeriksaan kepulangan para pemudik harus nya dilakukan 24 jam.. apalagi banyak pemudik yg bablas langsung ke kampungnya tanpa diperiksa / memeriksakan dulu ke puskesmas setempat.. tolong ini harus jadi perhatian para petugas yg menangani covid 19 dan kesadaran dari masyarakat, yg lebih parah lagi para pencari muatan (ojeg) selagi berebut muatan dari bus tanpa memakai pelindung diri (masker) bisa di bayangkan apa jadinya klo penumpang tsb adalah yg mudik dari zona.. merah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.