Di Kota Banjar, DBD Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

311
0
FOGGING. Petugas Dinkes Kota melakukan fogging di wilayah Purwaharja beberapa waktu lalu. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
FOGGING. Petugas Dinkes Kota melakukan fogging di wilayah Purwaharja beberapa waktu lalu. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Kota Banjar zero positif wabah virus corona. Namun masyarakat saat ini dihantui penyakit lainnya, yakni demam berdarah dengue (DBD). Tercatat hingga kemarin ada 121 orang positif DBD di Kota Banjar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar dr H Agus Budiana Ekaputra mengatakan peningkatan jumlah kasus DBD di masa pandemi Covid-19 terjadi lonjakan.

Berdasarkan data yang diperoleh, ada sebanyak 121 orang positif DBD. Sebelumnya pada akhir Mei hanya ada 90 orang. Sementara untuk dengue fever (DF) ada 566 orang, sehingga total 687 orang yang terjangkit.

Baca Juga : Tokoh Agama dan Tim Medis Kota Banjar Jalani Swab Test

Dia menyebut ada tiga orang meninggal akibat DBD. Jumlahnya tidak bertambah sejak awal tahun.

“Jika ada yang ditemukan positif DBD, kita bergerak melakukan penelusuran dan pengecekan di lapangan, setelah itu dilakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk, Red),” kata dia.

Dia pun mengajak masyarakat melakukan upaya pencegahan dengan melakukan PSN di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Minimal sadar akan kebersihan lingkungan sendiri, supaya tetap bersih dan sehat agar sarang nyamuk bisa dibasmi,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Banjar Herdiana Pamungkas mengatakan salah satu upaya penanganan agar penyakit DBD tidak berkembang pemerintah harus all out dalam menanganinya.

“Jangan sampai, sudah jatuh tertimpa tangga, karena timbul penyakit DBD,” kata dia. (nto)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.