Di Kota Banjar, Kasus Positif DBD Lebih Tinggi Dibanding Corona

179
0
MENINGKAT. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Banjar dr H Agus Budiana Ekaputra menunjukkan data DBD yang tersebar di Kota Banjar kemarin. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Di tengah pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19), angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Banjar meningkat. Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar dr H Agus Budiana Ekaputra.

Berdasarkan data hingga 24 April terdapat 81 kasus DBD positif. Angka itu naik dari bulan Maret sebanyak 57 kasus. Dari data itu tiga orang diantaranya meninggal pada awal tahun.

Baca juga : Pasien Positif Covid-19 di Kota Banjar Bertambah 1 Wanita Usia 23 Tahun Warga..

“Dari data kebanyakan perempuan yang terjangkit DBD sebanyak 44 orang dan laki-laki 37 orang,” ujarnya Jumat (24/4). Kata dia, jika diurai per wilayah, Kecamatan Banjar terdapat 36 kasus, Pataruman 22 kasus, Banjar 12 kasus dan Purwaharja 11 kasus.

Kata dia, penyakit DBD paling rentan terhadap anak usia 5 sampai 14 tahun. Saat ini ada 44 kasus yang terjangkit DBD di rentang usia tersebut. “Namun semua yang positif saat ini sudah sembuh, hanya tinggal beberapa orang saja masih dirawat,” katanya.

Pihaknya juga mencatat ada sebanyak 429 orang terjangkit dengue fever (DF). Kata dia, DF memiliki gejala yang sama seperti DBD, hanya saja jenis nyamuknya berbeda.

Baca juga : 50 Warga Kota Banjar Diisolasi Covid-19 dan Diberi Sembako

“Hal ini yang perlu diluruskan di masyarakat, karena saat ini, mereka langsung men-judge ke­tika seseorang memiliki gejala panas tinggi, demam dan lainnya dianggap DBD. Pa­dahal sebelum hasil lab keluar, belum bisa dikatakan positif. Maka dari itu masyarakat bisa membedakan sebelum me­ngambil keputusan,” tuturnya. Sementara itu, saat ini pihaknya terus berupaya melakukan PSN dan fogging. (nto)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.