Di Kota Tasik Ada 828 Orang Gangguan Jiwa, yang Tercatat

104
0
radartasikmalaya.com
ODGJ yang dirawat di Mentari Hati saat discrening sebelum berangkat ke Bogor, Kamis (12/11) siang. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Sampai saat ini jumlah Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Tasikmalaya ternyata masih tinggi.

Tercatat ada sekitar 828 ODGJ dengan kondisi berat diobati di rumahnya masing-masing.

Plt Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Tasik, Abu Mansur mengatakan, sampai saat ini kasus ODGJ di Kota Tasik masih tinggi.

“Itu khusus ODGJ yang terdaftar dan berada di rumahnya masing-masing dirawat,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, usai melepas 38 ODGJ yang akan dirawat ke Rumah Sakit Jiwa Marzuki Mahdi Bogor, Kamis (12/11) siang.

Bila dilihat dari data tersebut, terang Abu, ODGJ di Kota Tasik ini masih tinggi. Apalagi Yayasan Mentari Hati ini tidak menerima pasien ODGJ asal warga Kota Tasik.

Meski begitu, pihaknya bersyukur saat ini ada 38 ODGJ yang ada di Mentari Hati akan diobati ke Rumah Sakit Jiwa Marzuki Mahdi.

“Ini ODGJ yang kondisinya cukup berat akan di obati. Mudah-mudahan nanti 23 orang terakhir dari mereka sembuh semua,” terangnya.

Abu menambahkan, untuk biaya pengobatan sendiri nantinya akan dicover oleh BPJS yakni KIS.

Bahkan ke 38 ODGJ yang akan mendapatkan perawatan ini sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) secara formal.

“Marzuki Mahdi ini menerima pengobatan yang memiliki identitasnya, meski semua ODGJ ini dari luar Kota Tasik. Artinya yang terlantar namun berada di Kota Tasik difasilitasi diberikan KTP bekerja sama dengan Disduk agar mendapatkan hak kesehatan,” tambahnya.

Abu berharap, setelah mendapatkan perawatan selama 23 hari nantinya ke 38 ODGJ ini sembuh total.

“Bahkan biasanya 90 persen sembuh setelah mendapatkan pengobatan,” harapnya.

Ketua Yayasan Mentari Hati Dadang Heriyadi menuturkan, dari pemantauan pihaknya bahwa ODGJ yang masih berkeliaran di Kota Tasik ada sekitar 24 orang. Itu merupakan asli warga Kota Tasik.

“Itu tidak kita ambil karena warga Kota Tasik, dan bila tertangkap mereka dikembalikan ke pihak keluarganya,” tuturnya

Jelas dia, ODGJ yang selama ini pihaknya rawat hanya yang terlantar dan juga bukan warga Kota Tasik.

“Kebanyakan ODGJ yang ada di Mentari Hati merupakan warga Jawa,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.