Di Kota Tasik Ada Kluster Baru Yayasan Pendidikan, 1 Pasien Corona Meninggal

883
0
DIEVAKUASI. Petugas Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya bersiap mengevakuasi jenazah dari salah satu rumah sakit swasta, Kamis (22/10). ISTIMEWA

INDIHIANG – Dalam penanganan wabah Covid-19 di Kota Tasikmalaya, Satgas Penanganan Covid-19 mengungkap berbagai kasus dari beberapa klaster. Saat ini ditemukan indikasi adanya klaster baru di sebuah yayasan pendidikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengatakan mendapat pengakuan dari salah seorang warga. Warga tersebut telah melakukan swab test secara mandiri dengan hasil positif.

Baca juga : Longsor Terjang Sukahening dan Parungponteng Kabupaten Tasik

“Bagus warganya kooperatif, tapi kami akan lakukan swab lagi untuk memastikannya,” ujarnya kepada Radar, Kamis (22/10).

Jika pasien tersebut benar-benar positif, dia khawatir lonjakan kembali terjadi. Karena kemungkinan kontak eratnya cukup banyak. “Mudah-mudahan sih negatif, tapi kalau positif bisa jadi klaster baru,” tuturnya.

Soal kasus positif di salah satu perguruan tinggi, dr Uus mengaku masih menunggu hasil lab. Tercatat kontak erat dengan pasien yang masuk tracing mencapai 117 orang. “Kemarin kan sudah swab test, tapi hasilnya masih belum keluar,” terangnya.

Potensi penularan di lokasi tersebut, menurutnya, cukup kecil. Karena protokol kesehatan yang diterapkan para pegawai tergolong baik. “Apalagi di sana sudah ada Satgas Covid-19 sendiri,” tuturnya.

Ada pun penambahan yang terjadi beberapa hari ke belakang merupakan perkembangan hasil tracing kontak erat. Namun ada juga yang merupakan hasil swab mandiri.

“Kita sangat menghargai warga yang sadar memeriksakan secara mandiri, itu tandanya dia peduli,” katanya.

Penambahan kasus yang masih terjadi seharusnya bisa memberi kesadaran kepada masyarakat. Supaya benar-benar menerapkan protokol kesehatan baik di tempat kerja, rumah, terlebih di luar rumah. “Jadi kuncinya tetap di ketertiban warga,” terangnya.

Dari informasi yang dihimpun Radar, satu lagi pasien Covid-19 meninggal dunia siang kemarin. Sebelumnya, pasien ditangani di salah satu rumah sakit swasta di Kota Tasikmalaya.

Baca juga : Wakil Wali Kota Tasik Bubarkan Pendaftar BPUM di Kantor Disperindag, Ini Soalnya..

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya H Ucu Anwar mengakui mendapat koordinasi untuk penguburan jenazah. Pihaknya langsung mengevakuasinya untuk dimakamkan di wilayah Panjalu atas permintaan keluarga. “Warga kota, tapi keluarga besarnya di Ciamis,” terangnya.

Meninggalnya satu pasien tersebut menabah daftar pasien Covid-19 yang tutup usia. Sampai pukul 08.00 Kamis (22/10), tercatat ada 14 orang. Jika dijumlahkan dengan yang baru menjadi 15 orang. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.