Di Kota Tasik Diadakan Teater Berjudul Terperangkap dalam Pentas T-Marbutoh

41
AKTING. Willy Anggraeni dan Aditya beradu peran dalam drama Perangkap garapan Teater T-Marbutoh di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT) tadi malam.

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIHIDEUNG – Rumpun Teater Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) menampilkan pementasan Teater T-Marbutoh berjudul Perangkap pada Kibar Budaya Jilid 4 di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT), Rabu (31/10) malam.

Pentas drama yang diambil dari naskah karya penulis Amerika Serikat Eudene O’Neill itu mampu menghibur penonton. Durasi pementasan yang disutradarai Fajar Embun Pagi itu mencapai satu jam. Aktrisnya, Willy Anggraeni yang memerankan tokoh Rose Thomas cukup menjiwai karakter seorang ibu muda yang berprofesi sebagai wanita malam. Pun demikian dengan aktor Aditya yang memerankan tokoh Steve mampu menyita perhatian dengan karakter-karakter kasarnya kepada Rose.

Drama yang dihiasi aksi kekerasan berujung hukum itu menyiratkan kehidupan New York kala itu. Dunia bawah serta fenomena kaum pinggir kota yang identik dengan kriminal, kekerasan serta bumbu percintaan kota urban. Antara Rose dengan tokoh Tim.

Pertunjukan berlangsung khidmat. Penonton terbawa suasana lewat iringan penata musik Faizar Stun. Mengombang-ambing perasaan di setiap adegannya.

Salah seorang pengunjung, Siska Dewi Lestari (25) merasa terhibur dengan sajian drama dari T-Marbutoh. Dari pementasan ini dapat dipetik hikmah bahwa sosok wanita kerap menjadi objek dan korban egoisme kaum adam. “Beruntung itu hanya drama, nahas perempuan kerap dieksploitasi dan akhirnya disalahkan,” ungkapnya.

Penonton lain, M Faisal (23) menuturkan cerita yang digambarkan T-Marbutoh menyentuh nurani. Nasib baik tidak berpihak pada Rose, seorang ibu muda yang berjuang menghadapi perlakuan dan kelicikan Steve. Di tengah kondisi kesehatannya digerogoti penyakit pernapasan. “Ya, seru juga penampilannya. Kisahnya memang ringan, tetapi begitu deskriptif kondisi Rose sangat menyedihkan,” ceritanya.

Ketua DKKT Bode Riswandi mengharapkan pementasa itu bisa menggairahkan kembali pegiat teater di Kota Tasikmalaya serta menghibur pencinta seni dan pemerhati. “Di akhir pertunjukan juga ada diskusi untuk memberi ruang bagi apresiator bila ingin berbagi pandangan atas teater yang ditampilkan,” tutur dia. (igi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.