Di Kota Tasik, Gajian PNS Beres, Kegiatan Dinas Mandek Pelayanan Terhambat

45
0
Loading...

SOTK Baru Belum Dikukuhkan, Kegiatan Dinas Masih Mandek
BUNGURSARI – Meski Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah dapat menerima gaji dan tunjangannya, mereka belum bisa sepenuhnya bekerja dalam menjalankan program dan kegiatan tahun ini.

Sebab, kewenangan kepala dinas selaku Pengguna Anggaran (PA) hanya sebatas memproses pengeluaran gaji.

“Sesuai edaran hasil rapat Selasa (12/1), pengguna anggaran kewenangannya hanya memproses belanja gaji, tunjangan dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP),” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya H Asep Maman Permana kepada Radar, Rabu (13/1).

Menurutnya, sejumlah program dan kegiatan tentunya belum bisa diimplementasikan, mengingat pagu anggaran tahun ini sudah disesuaikan dengan format Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru. Sehingga, masih harus menunggu pengukuhan dan pelantikan pegawai.

Baca juga : Banjir Sukaresik Tasik tak Kunjung Surut, 300 KK Terdampak

Loading...

“Informasi terakhir yang kami terima, masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kebetulan di pusat juga ada perubahan sistem sehingga tahapannya cukup panjang,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSi mengakui fenomena keterlambatan pengukuhan pegawai dalam SOTK baru terkendala berbagai kondisi. Namun, kebetulan juga Pemkot saat ini dipimpin pelaksana tugas wali kota.

“Sehingga mungkin ada klausul tertentu yang harus ditempuh, karena kondisi Kota Tasikmalaya tidak seperti daerah lain. makanya tertunda,” kata Muslim.

Namun, kata dia, tidak serta-merta Pemkot hanya menunggu tanpa berupaya dengan proaktif.

Supaya progres per­kem­bangannya terkawal dan secepatnya bisa merealisasikan pengukuhan SOTK. “Kitanya juga harus proaktif, progresnya seperti apa sudah sejauhmana. Sebab, pelayanan dan program kegiatan kan harus mulai ditempuh sejatinya sejak awal Januari,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) sudah mulai memproses pencairan gaji dan tunjangan para pegawainya. Salah seorang istri ASN yang bekerja di bale kota mengaku lega, meski gaji suaminya sempat tertunda.

“Akhirnya setelah tanggal 14 Desember, ketemu juga tanggal 1 Januari. Nyaris dana talang, dari penghasilan saya juga habis karena menutup dulu angsuran dan kewajiban lainnya,” selorohnya.

Pegawai struktural di salah satu dinas teknis yang enggan disebutkan namannya, menuturkan hal serupa. Di satu sisi ia lega gaji dan tunjangan sudah bisa diterima, namun di sisi lain ia bimbang dengan tugas pokok dan fungsinya ketika SOTK belum juga dikukuhkan.

“Ya syukur meski harus menunggu proses pengajuan gaji, tapi sudah ada kepastian. Di sisi lain, apabila ada masyarakat memohon rekomendasi untuk perizinan saya juga bingung kalau ditangani, nanti siapa tahu kasinya bukan saya lagi,” keluh dia memaparkan.

ASN pada dinas teknis lainnya menuturkan hal serupa. Meski gaji dan tunjangan sudah bisa dipastikan diterima dalam waktu dekat, kegiatan dan program di bidangnya belum bisa dimulai karena belum ada kepastian SOTK baru.

“Selain belum ada kepastian apakah saya masih bertugas di posisi saat ini, kan Pak Kadis juga belum bisa acc kegiatan untuk kami jalankan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tasikmaya Hanafi mengakui lambatnya pencairan gaji pegawai bukan karena anggaran tidak ada. Melainkan aspek legalitas yang perlu dipertimbangkan dan diputuskan pimpinan secara seksama, mengingat SOTK baru belum dikukuhkan dan format serta penganggaran tahun ini mengacu pada SOTK baru.

“Tentu tidak mudah menimbang beragam aspek, meski gaji memang hak pegawai, tetapi tahapan-tahapannya kan harus tertib,” kata Hanafi.

Menurutnya, meski tidak ada kerugian ketika gaji tertunda, tetapi kondisi sudah nyaris menyentuh satu minggu. Pihaknya menimbang dampak luas ketika ASN tak kunjung mendapat gaji. Hanafi menceritakan telatnya waktu gajian ASN bukan sekadar kendala di aplikasi SIPD saja.

Tetapi, banyak faktor yang membuat gaji pegawai telat. “Kita memahami, makanya setelah ditimbang dan ada jalan keluar yang jelas. Alhamdulillah Pak Plt juga mengizinkan, maka direalisasikan insya allah besok (hari ini, Red) sudah bisa input Surat Perintah Membayar (SPM),” ujarnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.