Di Kota Tasik Masih Ditemukan Daging Hewan Kurban Bercacing

110
0
IST PERIKSA. Tim kesehatan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan memeriksa daging kurban pasca penyembelihan, Jumat (31/7).

CIPEDES – Hari raya Idul Adha erat kaitannya dengan penyembelihan hewan kurban di setiap pemukiman warga. Namun hampir setiap tahun ada saja temuan daging hewan kurban tak layak konsumsi.

Termasuk di tahun ini, di mana warga mulai melaksanakan penyembelihan hewan kurban baik sapi maupun kambing, Jumat (31/7).

Baca juga : Rasio Pegawai PDAM Tasik Harus Dipantau, Dewan Diminta Ini..

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) menemukan ada organ hewan kurban yang memiliki cacing hati dan paru-pari domba yang tidak sehat.

Kepala DKPPP Kota Tasikmalaya, H Tedi Setiadi menyebutkan pihaknya menurunkan tim kesehatan hewan untuk mengecek daging-daging kurban. Di beberapa lokasi, ditemukan ada cacing hati pada sapi kurban dan paru-paru domba yang tidak sehat.

“Kebanyakan tidak ada masalah, hanya ada beberapa temuan saja,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Meskipun ada temuan organ yang bermasalah, tidak menjadikan seluruh daging hewan tersebut tak layak konsumsi. Hanya organ yang bermasalah saja yang direkomendasikan untuk dibuang.

“Misal ada cacing di bagian hati, ya organ hatinya saja yang kita anjurkan tidak dibagikan,” ujarnya.

Hal tersebut untuk mencegah munculnya penyakit akibat dari konsumsi daging hewan kurban. Dia pun mengimbau kepada masyarakat supaya daging kurban dimasak sampai benar-benar matang untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

“Jangan sampai ada yang dimakan setengah matang,” terangnya.

Tindak lanjut dari temuan tersebut, pihaknya akan melakukan tracking asal usul hewan kurban yang berpenyakit itu. Karena jika satu hewan sakit, ada potensi hewan dari pedagang yang sama memiliki kondisi serupa.

“Kalau memang ada pedagang yang menjual hewan-hewan berpenyakit ya kita akan minta supaya tutup,” ujarnya.

Baca juga : Lagi, DBD di Kota Tasik Renggut Nyawa Siswa SD Warga Cipedes

Sebelum penyelenggaraan kurban, kata Tedi, pihaknya pun sudah melakukan pengecekkan ke tempat penjualan hewan-hewan kurban. Namun tidak semua penyakit dari hewan bisa terdeteksi.

“Dan pengecekan pun tidak secara menyeluruh, hanya sistem sampling saja,” ujarnya. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.