Di Kota Tasik, Penyebaran Corona Kluster Keluarga Makin Sporadis

756
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com

TASIK – Penambahan pasien positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya masih terus terjadi. Penambahan di klaster keluarga makin menjadi-jadi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat mengatakan penambahan yang terjadi beberapa hari terakhir tidak menunjukkan adanya klaster baru.

Selain hasil tracing, klaster keluarga dan pelaku perjalanan. “Belum ada laporan klaster baru,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (8/11).

Penambahan yang cukup signifikan yakni di klaster keluarga. Jumlahnya masih terus bertambah baik dari jumlah pasien, maupun jumlah keluarga. “Makin sporadis, jadi ada di mana-mana klasternya,” tutur Uus.

Baca juga : Peredaran Miras di Eks Terminal Cilembang Kota Tasik tak Pernah Mati, Ini Buktinya..

Hal ini menunjukkan protokol kesehatan di dalam rumah dinilai masih diabaikan oleh masyarakat. Khususnya keluarga yang salah satu anggotanya kerap bepergian ke luar daerah.

“Karena protokol kesehatan itu penting juga diterapkan di keluarga,” terangnya.

Minggu pagi, tercatat ada 13 pasien baru dari beberapa klaster penularan. Di antaranya istri yang tertular dari suaminya yang sudah lebih dulu dinyatakan positif Covid-19. Hal ini menambah daftar klaster keluarga baru.

Untuk itu, dr Uus mengingatkan supaya masyarakat yang lebih tertib dalam protokol kesehatan di dalam rumah. Setidaknya, anggota keluarga yang datang dari luar jangan dulu melakukan kontak sebelum mandi.

“Termasuk masker juga harus dicuci di luar sebelum di bawa ke dalam rumah,” tuturnya.

Dengan penambahan 13 pasien baru tersebut, total jumlah pasien Covid-19 di Kota Tasikmalaya tercatat 461 orang. 118 pasien di antaranya tercatat masih dalam penanganan di ruang isolasi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, Drs H Ivan Dicksan menyebutkan banyaknya penambahan pasien bukan berarti masalah. Hal itu, justru menunjukkan upaya dari Satgas tidak main-main.

“Semakin intens tracing dan pemeriksaan swab di masyarakat, tentu yang terdeteksi bisa semakin banyak,” tuturnya.

Hal itu, menurutnya lebih baik dari pada pasien positif tidak terdeteksi. Karena tingkat penularan bisa lebih parah karena tidak dilakukan isolasi. “Apalagi yang tanpa gejala, mereka tidak akan sadar sedang membawa virus,” pungkasnya. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.