Di Kota Tasik, Per Tahun Muncul 6.000 Pencari Kerja Baru

98
0
Rachmat Mahmuda Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

TAWANG – Realisasi pembangunan Balai Latihan Kerja di Kota Tasikmalaya yang direncanakan tahun depan, kemungkinan molor. Hal itu disebabkan karena Kota Tasikmalaya dilanda wabah Covid-19.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya Rachmat Mahmuda mengatakan, tahun lalu, pihaknya telah mengusulkan pembangunan BLK, karena Kota Tasik belum memiliki sarana tersebut.

Baca juga : Soal Pengadaan Barang, KNPI Minta Bagian Umum Pemkab Tasik Transparan ke Publik

“Keberadaan Balai Latihan Kerja dipandang penting untuk meningkatkan kemampuan para pencari kerja agar bisa bersaing. Namun, di kita belum ada,” ujarnya kepada Radar awal minggu lalu.

Disnaker Kota Tasikmalaya telah mengusulkan pembangunan BLK untuk tahun 2021. Namun, jika melihat kondisi seperti ini, dia pesimis rencana tersebut akan terlaksana.

“Untuk lokasi telah disiapkan di Kecamatan Tamansari. Kita siapkan lahan 5 hektare, karena syaratnya minimal 2 hektare.

Lokasi cukup strategis apalagi di sana ada situ, dekat dengan lokasi pendidikan seperti Unsil juga,” kata dia.

Rachmat mengaku telah menyiapkan pengajuan ke Kementerian Tenaga Kerja untuk pengadaan alat di BLK.

Namun Kementerian Tenaga Kerja mensyaratkan jika ingin mendapatkan bantuan, maka Kota Tasikmalaya harus memiliki bangunan BLK terlebih dulu. “Jika tidak ada, maka tidak bisa dapat bantuan,” ujarnya.

Ia meyakini, jika Balai Latihan Kerja sudah mulai beroperasi, maka akan meminimalisir angka pengangguran di Kota Tasikmalaya. Karena persaingan di dunia kerja cukup ketat.

Maka dari itu, keahlian para pencari kerja di Kota Tasikmalaya mesti lebih ditingkatkan, sehingga tidak kalah dalam persaingan yang semakin ketat.

Rencananya, ujar Rachmat, BLK nantinya fokus ke arah industri kreatif. Pasalnya Kota Tasik itu kota industri. Seperti bordir, membatik, ada juga desain grafis dan lainnya.

Baca juga : Puluhan Ribu Sembako Terus-terusan Dibagikan ke Warga Kabupaten Tasik Oleh Keluarga Ini..

Tiap tahunnya, kata dia, lulusan SMK di Kota Tasikmalaya itu rata-rata hampir tiga ribu.

Jumlah tersebut akan lebih banyak jika ditambah lulusan perguruan tinggi. “Kalau sekarang hanya berbekal ijazah saja dan tidak ada bekal tambahan atau kompetensi agar bisa masuk dunia kerja cukup sulit.

“Jadi kalau pemerintah tidak menyiapkan Balai Latihan Kerja cukup sulit.

Calon pekerja baru rata-rata 6.000 yang muncul setiap tahunnya, mulai dari tingkat SMK hingga ke perguruan tinggi. Mereka kalau tidak kompeten susah bersaing mendapatkan pekerjaan,” ucapnya menambahkan. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.