Di Masa Pandemi, Guru di Kota Tasik Harus Melek Teknologi & Kreatif

33
0
PEMBEKALAN. Guru SDN 1 Picungremuk Kecamatan Kawalu saat mendapat pelatihan KBM daring, Rabu (29/7). Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya
PEMBEKALAN. Guru SDN 1 Picungremuk Kecamatan Kawalu saat mendapat pelatihan KBM daring, Rabu (29/7). Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Pada pandemi ini, sekolah masih melakukan KBM daring. Agar metode belajar ini efektif, maka guru harus melek teknologi dan menyajikan pembelajaran yang kreatif.

Kepala SDN 1 Picungremuk Kecamatan Kawalu Yeyen Marhaenia SPd mengatakan, pihaknya ingin memaksimalkan program belajar dari rumah. Maka sekolahnya menggagas kegiatan pembekalan guru untuk pemanfaatan pembelajaran virtual.

“Guru diharapkan membuat beberapa program pembelajaran daring. Sehingga membantu terlaksananya pembelajaran belajar dari rumah,” katanya kepada Radar, Rabu (29/7).

Lanjutnya, guru dipandang perlu berinovasi dalam kegiatan belajar mengajar dan harus responsif terhadap teknologi. Dengan begitu guru dapat memberikan akses pembelajaran yang mandiri, fleksibel, dan pembelajaran baru. “Guru yang baik itu terus mengikuti perkembangan teknologi informasi,” ujarnya.

Sebagai upaya membekali wawasan guru, pihaknya pun memberikan pem­bekalan kepada belasan guru di SDN 1 Picungremuk. Dia pun memanggil pema­teri Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Di­nas Pendidikan Kota Tasikmalaya Asep Sudrajat Hardipraja SPd MAk yang men­jelaskan tentang tugas pokok dan fungsi guru di masa pandemi. Dihadirkan juga narasumber Kepala Bidang Pembinaan SMP Dr Dadang Yudhistira SH MH yang membahas tentang literasi.

Pada pelatihan tersebut hadir pula Pengawas Pembina H Tatang Heryadi yang memberikan materi tentang administrasi guru, lalu guru Informatika SMPN 1 Kota Tasikmalaya Uyu Wahyu yang mengajarkan pelajaran virtual.

“Hasilnya akan dikolaborasikan, guru dapat penggunaan IT dan siswa dapat presentasi literasi lewat video pembelajaran atau tulisan,” katanya.

Tak hanya guru, pihaknya juga sudah memberikan pembekalan kepada orang tua siswa tentang kapasitas yang harus dimiliki orang tua saat anak belajar dari rumah.

“Peran orang tua ini penting dalam PJJ. Orang tua sebagai penuntun, penyokong dan memberikan teladan,” ujarnya.

Orang tua sangat penting peranannya karena mereka merupakan lingkungan terdekat anak dan mengetahui saat tumbuh dan berkembang. Pengaruhnya besar untuk terbangunnya motivasi dan pengetahuan.

 

Pemateri Guru Informatika SMPN 1 Kota Tasikmalaya Uyu Wahyu menjelaskan, dalam pelatihan virtual menggunakan media Google Classroom. Aplikasi ini yang paling mudah untuk berbagi kiat cara membuat media pembelajaran jarak jauh. “Semoga bisa membantu meningkatkan kompetensi dasar guru di sini,” katanya.

Kata Uyu, dengan media pembelajaran ini, guru bisa memasukkan materi pembelajaran berbentuk teks, audio hingga visual dengan video pembelajaran. “Google sudah menyediakan aplikasinya, sehingga guru dapat memanfaatkannya dan siswa pun mudah membuka aplikasinya,” ujarnya. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.