Di Masa Pandemi, KOPI PRAJURIT Khas Tasik Selatan Tetap Menggeliat

97
0
radartasikmalaya.com
Sri Indirahayu pemilik usaha el Nadya sedang memetik kopi prajurit. istimewa untuk radartasikmalaya.com

KARANGNUNGGAL – Warga Kampung Wangunwati RT 02 RW 01 Desa Sukawangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang kopi olahan dan amakanan ringan, sejak tanggal 14 September 2018 lalu.

Sri Indirahayu pemilik usaha mengatakan, ia membuat usaha yang diberinama El-Nadya. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang makanan, minuman, fashion dan lainnya.

Jenis produk yang dibuatnya yakni, Gancip Keripik Pangsit, Kopi Prajurit, Kopi Rempah, Kopi Murni, Parfum Biji Kopi Gantung, LN Clean Pencuci Piring dan lainnya.

“Produk Pertama yang diluncurkan yaitu Keripik Pangsit dengan berbagai macam rasa. Yakni, original, pedas, rujak dan sebagainya. Produk ini telah mengantongi izin PIRT pada tanggal 20 Mei 2019,” ujarnya kepada Radar, Senin (16/11).

Sri mengatakan, produk kedua, yaitu Kopi PRAJURIT, Kopi Rempah dan murni yang terbuat dari 100 persen biji kopi asli petik merah kopi Robusta Karangnunggal dan Cibalong. Serta Kopi Arabika Cikuray Garut diracik dengan rempah–rempah khas Nusantara.

Ukuran kemasannya 30 gram per sachet. Untuk ukuran 100 gram pertama kali diluncurkan pada tanggal 01 Juni 2019 dan telah mengantongi izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) pada tanggal 27 Maret 2020.

Sementara itu untuk hak Merek Kopi PRAJURIT sedang dalam proses pendaftaran.

Produk yang ke tiga yaitu, Parfum biji kopi gantung pewangi mobil, ruangan, lemari, yang merupakan turunan dari olahan Kopi, dimana pertama kali di luncurkan tanggal 23 Januari 2020.

Sedangkan produk yang ke empat yaitu, LN Clean Sabun pencuci piring di keluarkan pada tanggal 05 Agustus 2020.

“Selain Produk produk yang diatas kami juga membuka Kedai makanan siap saji yang dinamakan Cafe LN. Ini pertama kali di buka tanggal 07 Januari 2020. Dan juga kami menyediakan berbagai macam Produk yang berbahan kulit seperti Jaket Kulit, Tas, Sepatu, sandal dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Sri menjelaskan, untuk pemasarannya melalui media offline. Seperti di jual langsung saat workshop, di titip disetiap toko-toko, reseller
dan dijual secara door to door.

Selain itu melalui media Online seperti lewat WA, Facebook, Instagram, promosi lewat Google My Busines, bekerjasama dengan RKB BRI Tasikmalaya, dan dipasarkan di Marketpalce Indonesia Mal, seperti Tokopedia.

Sri memaparkan, alur produksi kopi prajurit, diantaranya menyiapkan bahan baku, pemilihan biji kopi yang benar-benar petik merah untuk kwalitas yang lebih baik, lalu pemilihan rempah-rempah.

Setelah itu masuk ke penyaringan atau roasting, yaitu penyaringan dilakukan dengan alat roasting manual dengan kapasitas 5 kg.

Ketika hasil produksi berlimpah, Ia melakukan kerjasama atau bermitra dengan tempat rosting yang memiliki kapasitas lebih besar.

Lalu setelah proses itu selesai, dilanjut dengan penggilingan. Dimana penggilingan dilakukan dengan mesin tepung untuk kopi dengan size halus dan kasar, lalu dilakukan penggilingan rempah-rempah.

“Setelah proses itu selesai, dilanjut dengan pencampuran bubuk kopi dengan rempah-rempah yang telah digiling. Dan proses akhir yaitu pengemasan kopi,” terangnya.

Sri menambahkan, selain diproduksi menjadi minuman, biji kopi Prajurit yang kualitas bijinya kurang baik diolah menjadi parfum biji kopi gantung untuk mobil dan ruangan.

Kabid UKM pada Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Tasikmalaya, Yana mengapresiasi kepada masyarakat yang berusaha tetap menjalankan produksi di tengah kondisi Covid-19.

Ia acungkan jempol pada pelaku UMKM yang tetap menerapkan protokol kesehatan di tempat usaha.

“Saya mengajak para pelaku UMKM untuk tidak sungkan dalam mengajukan pendapat atau permasalahan yang dihadapi kepada pemerintah. Kita bersama berfikir untuk membuat bagaimana UMKM kita semakin hari semakin maju,” pungkasnya.

(radika robi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.