Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Di Mata Musisi, TOF Asal-asalan

61
0
BERBINCANG. Musisi Tasikmalaya Andi Ibo (kanan) dan Alfie Akhbar saat berbincang dengan Koordinator rumpun musik DKKT di kafe di Jalan Siliwangi, Senin (7/10). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TAWANG – Menjelang gelaran Tasikmalaya October Festival (TOF), para musisi mengingatkan pemerintah Kota Tasikmalaya untuk tidak mengulang persoalan teknis. Dari beberapa event ke belakang, pelaksanaannya cenderung asal-asalan.

Hal itu diungkapkan musisi senior Tasikmalaya Andi Ibo yang menilai event TOF merupakan momentum yang harus gebyar. Jangan sampai ada kelalaian teknis yang tidak profesional. “Kalau melihat HUT kota, itu kan momen yang sangat penting jadi harus dilaksanakan secara maksimal,” ujarnya kepada Radar, Senin (7/10).

Sebagai musisi, dia menyoroti kegiatan musik pada TOF yang dilaksanakan sebelumnya. Menurutnya, banyak persoalan teknis yang dianggap sepele sehingga tergolong asal-asalan. “Tanpa ada briefing atau technical meeting, pemain datang disuruh tampil tanpa round down yang jelas,” katanya.

Selain itu, sarana yang disediakan pun tidak sesuai dengan musik yang ditampilkan. Efeknya, performa dari para musisi pun jadi buruk dan tidak bisa mengekspresikan kemampuannya secara maksimal. “Itu sama saja menurunkan derajat musisi yang tampil karena performanya jadi buruk,” ujar dia.

Musisi lainnya, Alfie Akhbar mengatakan penyelenggara TOF tidak mumpuni dalam menyelenggarakan event. Karena secara teknis banyak kelalaian yang dilakukan khususnya untuk panggung musik. “Harusnya masing-masing panggung ada stage manager yang bertanggung jawab secara teknis, air untuk minum saja tidak ada,” tutur dia.

Tasikmalaya memiliki orang-orang yang punya integritas dalam penyelenggaraan event musik. Namun, tampaknya pemerintah seolah tutup mata dengan menyepelekan pelaksanaan event musik. “Kalau panitianya berkompeten tapi hasilnya asal-asalan, berarti esensinya hanya mencari untung saja tanpa peduli substansi dari penyelenggaraannya,” ujar dia.

Sejumlah musisi pernah mempertanyakan pengelolaan acara musik ke Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT). Namun, mereka tidak bisa memberikan jawaban karena tidak dilibatkan. “DKKT itu kan yang punya kapasitas secara kelembagaan, sangat aneh kalau tidak dilibatkan,” tuturnya.

Koordinator Rumpun Musik DKKT Tedi Kameswara mengakui, pihaknya beberapa kali ditanyai pemusik soal mekanisme untuk bisa tampil dalam TOF. Namun, pihaknya hanya bisa mengarahkan mereka untuk menanyakan ke dinas terkait. “Kami bingung juga, tapi mau bagaimana lagi karena kami tidak terlibat apa pun dalam TOF,” kata dia. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.