Di Munas PJI, Jaksa Agung Minta PJI Dukung Pesta Demokrasi 2019

50
0
Loading...

JAKARTA – Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) 2018 dengan tema

‘Teguhkan Jati Diri, Jaga Martabat Profesi Untuk Negeri, di Denpasar, Bali, Senin (26/11). Munas ini sekaligus memilih Ketua Umum PJI priode 2019-2021.

Munas PJI langsung dibuka oleh Jaksa Agung HM Prasetyo dengan didampingi Wakil Jaksa Agung, Arminsyah dan para Jaksa Agung Muda (Jam) serta Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi. Munas PJI diikuti seluruh jaksa seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Jaksa Agung HM Prasetyo menghimbau PJI untuk mendukung dan memberikan perhatian atas keberhasilan pelaksanaan pileg dan pilpres 2019 mendatang. Agar pelaksaan pesta demokrasi berjalan dengan lancar tanpa ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Tak hanya itu, Prasetyo juga meminta para jaksa yang tergabung dalam sentra penegakan hukum terpadu (Gakumdu) untuk mendukung pelaksanaan Pilpres 2019 baik di pusat maupun di daerah.

Loading...

Dia menegaskan setiap jaksa harus mampu mengenali suatu persoalan dan permasalahan secara komprehensif serta menguasai seluruh regulasi peraturan perundangan yang relevan.

“Dengan tugas yang akan dijalankan dengan baik dan mendalam agar mampu tampil percaya diri secara profesional saat menjalankan tugas bersama-sama dengan unsur lain secara terkoordinasi,” katanya dihadapan peserta Munas PJI.

Menurutnya, peran PJI sangat menentukan dalam upaya mencapai tujuan penegakkan hukum, karena itu PJI wajib meningkatkan eksistensi di masa mendatang, memperbaiki kinerja.

“Ini agar tetap memiliki integritas, kapabilitas, dan memegang teguh komitmen,” jelasnya.

Dia menegaskan sebaik apapun peraturan perundangan disusun dan dirumuskan tidak akan berarti, jika manusia dan aparatur penegak hukumnya tidak melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.

“Jadi menjalankan tugas harus dengan penuh tanggung jawab, jujur, berintegritas, teruji, terpuji dan terpercaya,” tegasnya.

Soal tema yang diusung PJI dalam Munas, Prasetyo menilai sangat relevan dengan profesi jaksa sebagai a man of law di tengah banyaknya persoalan hukum yang makin kompleks.

Pelaksanaan tugas penegakan hukum tidak semata-mata hanya akan berkaitan dengan persoalan normatif yuridis, namun juga akan dihadapkan dengan persoalan nonyuridis.

“Tantangan besar yang dirasakan dan harus dihadapi saat ini,” tegasnya.

Lalu salah satu contoh yang harus siap dihadapi yakni soal kemajuan teknologi informasi yang berkembang begitu pesat dan cepat.

Kemutakhiran teknologi yang disalahgunakan tidak pada tempatnya bakal membuat aparat penegak hukum mengalami kesulitan dan hambatan.

“terutama saat harus mengungkap dan menindak banyak jenis kejahatan yang memanfaatkan tehnologi informasi,” ujarnya.

Tak hanya itu, Prasetyo juga meminta jajarannya agar dalam setiap pelaksanaan tugas, fungsi tetap menjaga sikap maupun perilaku yang baik.

Dia juga menghimbau agar jajarannya menjaga prilaku dan perbuatan yang berpotensi merusak masa depan karier, nama baik pribadi, keluarga, kehormatan profesi, dan institusi.

Setia Untung Arimuladi yang menjabat Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Kejaksaan RI resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PJI periode 2019-2021, setelah dua kandidat lainnya yakni Bambang Rukmono dan Fery Wibisono, mundur dari pencalonan.

Rapat pemilihan Ketua umum PJI dipimpin oleh Wakil Jaksa Agung Dr Arminsyah.

Sebelum pemilihan berlangsung, Munas PJI yang dibuka oleh Jaksa Agung HM Prasetyo SH mendengarkan laporan pertanggunganjawaban pengurus lama yang dipimpin Dr Noor Rochmad.

Secara umum peserta Munas yang berjumlah 132 orang menerima laporan pertanggungan periode sebelumnya.

Setia Untung Arimuladi dalam pidatp singkatnya mengajak seluruh jaksa anggota PJI untuk bersama-sama bergandengan tangan memajukan PJI dengan melaksanakan berbagai kegiatan, terutama untuk meningkatkan kapasitas jaksa sesuai dengan tantangan dalam era digital.

“Mari kita bergandengan tangan bersama-sama membangun PJI, guna menjawab berbagai dalam penegakan hukum yang semakin komplek dewasa ini,” singkatnya. (Lan/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.