Di Pabrik Sumpit di Kawalu Kota Tasik, BNN Temukan 2 Juta Narkoba Siap Edar

2134
0

KOTA TASIK – Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjenpol Drs Arman Depari mengungkap kasus pabrik pil PCC yang berkedok pabrik sumpit di Kecamatan Kawalu, Kota Tasik, Rabu Siang (27/11).

Kata dia, pil PCC siap edar itu ditemukan sekitar 2 juta butir. “Lokasi (rumah pabrik sumpit) ini adalah TKP produksi obat-obatan dan juga narkoba yang telah diproduksi cukup lama. Jenis narkobanya PCC yaitu Paracetamol Caffein dan Carisoprodol,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com seusai melakukan gelar perkara di lokasi pabrik.

“Jenis ini adalah jenis yang diminati anak muda dengan harga terjangkau. Pasarnya hampir seluruh Indonesia, beberapa kota besar di pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Kita lakukan pengamanan, penyitaan dan beberapa tersangka,” sambungnya.

Terang dia, jumlah barang buktinya sangat banyak. “Diperkirakan yang sudah siap edar kurang lebih 2 juta butir. Bahan yang tersisa siap produksi juga cukup banyak. Dan para pelaku 9 orang yang ditangkap. Mereka masuk dalam jaringan pengedar internasional karena mendapati bahan yang sulit didapat,” terangnya.

Dia menjabarkan, Narkoba ini bisa masuk ke lingkungan manapun dengan menyamar atau menyaru dengan aktivitas lain.

“Seperti TKP ini seolah-olah pabrik yang memproduksi sumpit yang digunakan untuk makan. Tapi ternyata di ruang tertentu di dalam pabrik memproduksi obat ilegal. Bagi kami ini narkotika,” bebernya.

Hal ini, tambah Arman, menjadi warning ke tengah masyarakat bahwa narkoba bisa menjalar dan memapar siapapun.

“Termasuk anak-anak kita. Saya mengimbau kita tetap menguatkan komitmen kita untuk mencegah dan memberantas narkoba bersama-sama,” tambahnya.

Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol Akhmad Wiyagus menuturkan, pengungkapan kasus ini adalah kerjasama semua pihak.

“Komitmen kita tak pernah berubah narkoba kita ini apapun jenisnya harus kita berantas. Ini warning bagi kita bersama bahwa pelaku kejahatan narkotika memanfaatkan situasi apapan di lingkungan masyarakat,” tuturnya.

Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Krisno Siregar
Krisno Siregar mengatakan, carisoprodol itu sudah ditetapkan jadi narkotika golongan I. Para pelaku ini mengambil tempat bukan tak ada maksud.

“Karena ini berada di jalur selatan. Gudangnya ada di Purwokerto. Lalu didistribusikan ke Surabaya untuk disebar. Ini memang paling dicari untuk pemakai awal atau anak muda,” katanya.

Wali Kota Tasik, Budi Budiman menandaskan, pihaknya mengapresiasi pengungkapan kasus ini.

“Ini mengagetkan kami di daerah yang tidak kita prediksi. Ini mencengangkan. Ini jadi warning juga bagi kami agar lebih meningkatkan kewaspadaannya. Saya terkagetkan. Produksinya cukup besar dan menggemparkan masyarakat,” tandasnya.

(rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com)

loading...