Di Pangandaran Ratusan Rumah Terendam Banjir

53

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Selain di Kabupaten Tasikmalaya, hujan deras juga mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Pangandaran yang mengakibatkan banjir dan longsor, Selasa (6/11). Ratusan rumah terendam, sejumlah rumah rusak tertimpa pohon tumbang dan longsor serta akses jalan terputus.

Koordinator Lapangan Tagana Kabupaten Pangandaran Eri Sumarman mengatakan banjir terparah terjadi di wilayah Dusun Cimanggu Desa Cikalong, Dusun Karangnangka dan Dusun Sukasari Desa Bojong Kecamatan Sidamulih.

“Ada 90 rumah dengan jumlah jiwa sebanyak 280 orang di Desa Cikalong, sementara di Dusun Sukasari ada 135 KK 375 Jiwa dan Dusun Karangnangka jumlah yang terdampak 250 KK 700 Jiwa,” ungkapnya kepada Radar.

Dikatakannya, Tagana bersama TNI, Polri dan relawan lainnya langsung melakukan penyisiran ke lokasi terdampak banjir dan longsor. Mengingat, sejumlah warga berada di bantaran Sungai Citonjong yang terus meluap. “Kita mengevakuasi beberapa warga, termasuk balita yang rumahnya di zona bahaya, aliran sungai sudah meluap ke pemukiman dan membahayakan, sewaktu-waktu bisa terjadi banjir bandang,” ujarnya.

Namum demikian, sejumlah warga memilih bertahan di rumahnya karena khawatir dengan harta benda mereka.

Selain banjir, sejumlah rumah juga dilaporkan rusak tertimpa pohon dan longsor. Di Kecamatan Cimerak rumah milik Taran, warga RT/RW 01/04 Dusun Sirnagalih Desa Limusgede Kecamatan Cimerak ambruk. Di Kecamatan Cigugur, longsor menimpa rumah Atang, RT/RW 02/01 Desa Harumandala Kecamatan Cigugur. “Ada juga rumah tertimpa pohon di Desa Pagergunung dan Desa Sidomulyo, anggota Tagana sudah menyebar ke lokasi untuk membantu evakuasi dan memberikan bantuan,” tutur Eri.

Selain itu, longsor juga menutup akses jalan di Desa Kersaratu dan Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih.

Sekretaris Desa Cikalong Usep Hidayat mengatakan warga terdampak banjir membutuhkan bantuan makanan. “Hampir satu dusun rumah yang terendam, warga tidak bisa memasak sehingga yang kita butuhkan makanan siap saji,” ujarnya.

Dikatakan Usep, lokasi banjir merupakan wilayah dataran rendah yang sudah menjadi langganan banjir. “Kalau hujan terus menerus kita selalu was-was karena Dusun Cimanggu menjadi langganan banjir setiap tahun,” kata dia.

Pihaknya kemudian inisiatif untuk membuat dapur umum mandiri. “Dengan logistik seadanya kita buat dapur umum, karena kasihan warga sibuk menyelamatkan diri san barang-barang, tidak bisa memasak,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemdam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan intensitas hujan yang tinggi sejak Senin (5/11) hingga Selasa (6/11) dini hari. Mengakibatkan beberapa titik rumah di Pangandaran mengalami kebanjiran. Bahkan ada yang tertimpa pohon karena longsor. ”Curah hujan memiliki kisaran 20 mm/hari,” tuturnya kepada Radar, Selasa (6/11).

Menurutnya, bencana banjir terjadi di beberapa kecamatan seperti Kalipucang, Pangandaran, Cijulang, Sidamulih, Cimerak dan Parigi. Sementara longsor terjadi di Kecamatan Cigugur, Cijulang, Sidamulih, Langkaplancar dan Kalipucang. Sementara rumah yang tertimpa pohon di Kecamatan Parigi dan Pangandaran. Sementara rumah ambruk di Kecamatan Cimerak dan Kalipucang .

Sejauh ini, kata dia, dilaporkan ada satu orang yang tewas terseret arus sungai di Cimerak. ”Namanya Ema, warga Dusun Cisempu RT/RW 10/03 Desa Ciparanti Kecamatan Cimerak, almarhum meninggal karena terseret arus sungai Cisempu,” ungkapnya. (nay/den)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.