Di Purbaratu Kota Tasik ada 1 Pasien Positif Corona, Warganya Tetap Berjubel Ngabuburit

2597
0
EDUKASI WARGA. Camat Purbaratu Wawan Gunawan mengedukasi warga yang ngabuburit di Simpang Kelurahan Purbaratu Rabu (29/4) sore. Wawan berencana mendorong PKL supaya berjualan di halaman rumah masing-masing sehingga tidak memicu kerumunan. Firgiawan / Radar Tasikmalaya

PURBARATU – Penutupan sejumlah fasilitas umum di pusat perkotaan mendorong kerumunan tersebar ke berbagai wilayah. Salah satunya di Kecamatan Purbaratu.

Nyaris setiap sore hari, di Simpang Kelurahan Purbaratu, warga berbondong-bondong menunggu waktu berbuka puasa dengan ngabuburit.

Baca juga : Aktivitas di Masjid Agung Kota Tasik tetap Berjalan, Ada Pembagian Takjil & Air Mineral

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Satpol PP dan stakeholder Kecamatan Purbaratu berinisiasi melakukan edukasi terhadap masyarakat.

Terlebih, risiko penularan wabah Covid-19 mengintai siapa pun dan dimana pun.

“Kita ketahui di Purbaratu sendiri terdapat 1 orang positif Covid-19 dari hasil rapid test. Sebanyak 16 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 7 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Loading...

Menekan risiko penyebaran, Muspika Purbaratu menggandeng kami melakukan edukasi masif bagi masyarakat,” ujar Kepala Seksi Pelayanan Informasi Publik Diskominfo Kota Tasikmalaya Budhi Hermawan kepada Radar, disela kegiatan Rabu (29/4).

Menurutnya, perlu sinergitas unsur pemerintah, tokoh dan elemen masyarakat di kewilayahan. Itu untuk mengurai kerumunan masyarakat yang mengisi waktu jelang berbuka puasa dengan ngabuburit.

Apalagi, beberapa warga kerap masih abai dengan anjuran protokol kesehatan, salah satunya mengenakan masker. “Masih terlihat banyaknya warga tidak bermasker kemudian berkerumun. Kami berikan edukasi, supaya mereka memahami dan berupaya melaksanakan anjuran pemerintah,” kata dia.

Camat Purbaratu Wawan Gunawan menjelaskan, di Persimpangan Kelurahan Purbaratu sudah sejak lama menjadi sentral ngabuburit ketika bulan puasa.

Ia mengaku dilematis, tetapi harus berupaya menjaga keselamatan bersama.

“Kami turun bersama Muspika dan Pokja Kelurahan dalam mengedukasi masyarakat supaya melaksanakan protokol kesehatan.

Memang di sini sudah jadi budaya, kita tekankan bukan melarang menunggu waktu berbuka tapi menjaga diri dari potensi penyebaran virus,” tuturnya memaparkan.

Pihaknya akan mengundang sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut, yang disinyalir menjadi salah satu pemicu adanya kerumunan masyarakat.

Baca juga : Di Kota Tasik, 48% NIK dari 2.800 Penerima Bantuan Pemprov tak Sesuai dengan Petugas Distribusi

Mereka bisa tetap berjualan tetapi di halaman rumah masing-masing, sehingga bisa menjalankan upaya physical distancing.

“Supaya tersebar dan tidak berkumpul di satu titik dan menjadi keramaian. Ini bukan melarang jualan, tetapi mengurangi risiko penyebaran,” kata Wawan. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.