Di Tasik, Bengkel Tambal Ban Jadi Gudang Miras Tuak, Polsek Indihiang Ringkus 2 Pemilik & BB

5159
0

KOTA TASIK – Berupaya mengelabui petugas kepolisian, pedagang minuman keras (Miras) di Kawasan Indihiang Kota Tasik, menyembunyikan ratusan botol miras dan tuak di bengkel tambal ban.

Sabtu (15/2) sore, aparat Polsek Indihiang melakukan penggerebekkan di 3 bengkel tambal ban yang ditenggarai kerap dijadikan gudang penyimpanan miras. Ini sekaligus modus baru.

Hasilnya, di tiga bengkel tambal ban itu, polisi mengamankan sekitar 500 liter miras jenis tuak serta puluhan botol miras lainnya.

Sebelum melakukan aksinya, polisi melakukan pengintaian terlebih dahulu ke lokasi-lokasi itu hingga akhirnya behasil menangkap basah penjual dan barang bukti (BB)-nya.

Dalam razia ini, Kapolsek Indihiang, Kompol Moch Bashori turun langsung memimpin penggerebekkan dan razia tersebut.

Kapolsek Indihiang, Kompol Moch Bashori beserta jajarannya memeriksa barang bukti dan 2 tersangka pemilik miras, Sabtu (15/2) sore. istimewa for radartasikmalaya.com

Dua tersangka pemilik kios tambal ban diamankan oleh petugas untuk diproses hukum lebih lanjut.

“Kami berhasil mengamankan ratusan miras dengan modus baru menutupi kegiatannya sebagai usaha bengkel tambal ban,” ujar Kapolsek kepada radartasikmalaya.com.

Terang dia, kegiatan ini dilakukan untuk menekan peredaran miras yang telah menyebabkan 8 pemuda tewas di Kabupaten Tasik belum lama ini.

Terlebih peredaran miras di Tasikmalaya selalu mengubah modus penjualannya untuk berupaya mengelabui petugas.

Seperti sekarang ini, para penjual memakai modus baru dengan menyamar sebagai tukang tambal ban di pinggir jalan.

“Modusnya suka berubah-ubah dalam aksi mereka. Seperti dulu ada yang berjualan di jok motor secara keliling, menjualnya di kios jamu, dan sekarang modusnya menjual di kios tambal ban pinggir jalan,” beber Bashori.

Pihaknya pun akan terus merazia lanjutan untuk menekan peredaran miras karena disinyalir masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi sampai sekarang.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk tak tergiur mengonsumsi miras karena bisa menyebabkan kematian.

Apalagi para pengonsumsi miras biasanya suka menyebabkan keonaran yang menganggu masyarakat hingga munculnya tindak pidana kejahatan.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk tak mengonsumsi miras dan menginformasikan kepada Kepolisian jika menemukan orang yang menjual miras selama ini. Miras bisa menyebabkan tindak pidana kejahatan dan menganggu ketertiban di lingkungan masyarakat,” tegasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.