Di Tengah Pandemi, Unsil Ciptakan Ketahanan Pangan Hidroponik

86
0
BERSINERGI. Tim Pengabdian PbM-KP Unsil Tasikmalaya bersama pengurus TP PKK Kecamatan Purbaratu membangun keluarga mandiri pangan dengan hidroponik di Aula Kecamatan Purbaratu, Sabtu (17/10). foto-foto: Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya
BERSINERGI. Tim Pengabdian PbM-KP Unsil Tasikmalaya bersama pengurus TP PKK Kecamatan Purbaratu membangun keluarga mandiri pangan dengan hidroponik di Aula Kecamatan Purbaratu, Sabtu (17/10). foto-foto: Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Ketersediaan pangan menjadi hal penting di tengah pandemi Covid-19, salah satunya kebutuhan sayur-mayur. Maka Dosen Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya mengadakan pengabdian bagi masyarakat skema ketahanan pangan (PbM-KP) di Kecamatan Purbaratu.

Caranya dengan melakukan pendampingan, pelatihan, dan praktik dalam penerapan berkebun hidroponik, dari Oktober hingga Desember 2020. Sasarannya pun untuk pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP- PKK) dan Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKM PKH) Kecamatan Purbaratu.

Pengabdian masyarakat ini mengusung tema Menjaga Ketahanan Pangan Keluarga di Masa Pandemi Melalui Pelatihan Berkebun Hidroponik di Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya. Tim Pengabdian (PbM – KP) yaitu Fera Sulastri MPd, Astri Srigustini MPd, Euis Nur Fitriani Dewi ST MKom, Visi Tinta Manik SSi MSi.

Ketua Tim Pengabdian PbM KP Fera Sulastri MPd mengatakan PbM-KP merupakan program dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2M-PMP) Unsil yang mengarah ketahanan pangan di masa pandemi covid-19. Salah satu alternatif dalam masalah ini adalah melakukan budidaya berkebun secara hidroponik. Yaitu metode penanaman tanaman tanpa menggunakan media tumbuh dari tanah dan dapat dilakukan di lahan sempit.

“Pengabdian ini, untuk peserta PKH dan tim penggerak PKK di Kecamatan Purbaratu agar dapat memanfaatkan budidaya hidroponik untuk bercocok tanam. Itu nantinya sebagai alternatif pemenuhan ketahanan pangan keluarga,” katanya kepada Radar, Minggu (18/10).

Tujuan selanjutnya, sambung Fera, sebagai pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga di masa pandemi. Metode pelaksanaan yaitu secara lisan dengan diskusi, tanya jawab, pendampingan dan praktik.

“Output-nya menambah keterampilan dan pengetahuan mitra dalam teknik berkebun hidroponik. Setelah ada hasil berkebunnya bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan memiliki nilai ekonomi sehingga dapat dijadikan upaya pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujarnya.

KOMPAK. Tim Pengabdian PbM-KP Unsil Tasikmalaya bersama KPM PKH Kecamatan Purbaratu bersinergi menciptakan ketahanan pangan di Aula Kecamatan Purbaratu, Minggu (18/10).
KOMPAK. Tim Pengabdian PbM-KP Unsil Tasikmalaya bersama KPM PKH Kecamatan Purbaratu bersinergi menciptakan ketahanan pangan di Aula Kecamatan Purbaratu, Minggu (18/10).

Selain itu berdasarkan latar belakang tersebut, PPM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dari pengenalan teknik budidaya secara hidroponik, pengenalan alat-alat yang digunakan sebagai media penanaman, pengenalan alat-alat alternatif dari limbah rumah tangga yang bisa dipakai sebagai media penanaman, dan pengenalan jenis-jenis sayuran yang dapat dikembangkan secara hidroponik. Selanjutnya pelatihan pembuatan media penanaman, pelatihan penanaman, dan pelatihan cara mengatur pemberian pupuk dan aerasi.

“Setelah adanya pengenalan dan pelatihan mitra diajak praktik agar mampu menerapkan ilmu hidroponiknya di rumah atau perkantoran. Agar berjalan kita pun memberikan satu alat berkebun hidroponik skala perkantoran dan 30 alat hidroponik skala rumah tangga,” katanya.

Pelaksanaan kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Peserta juga dibatasi hanya 30 orang, melakukan jaga jarak, pemberian masker dan pembagian 30 hand sanitizer.

Ketua TP PKK Kecamatan Purbaratu Heni Supartini Gunawan menjelaskan, pihaknya memiliki 23 orang anggota. Dalam melaksanakan tugasnya, tim penggerak PKK mengacu pada sepuluh pokok program PKK (pokja). Terdiri dari penghayatan pengamatan pancasila, gotong royong, sandang, pangan, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat.

Dari sepuluh pokja tersebut, lanjutnya, beberapa sudah terlaksana. Khusus pokja pangan, program yang terlaksana baru sebatas kegiatan perlombaan memasak, belum mengarah pada usaha mencapai ketahanan pangan rumah tangga.

“Oleh karena itu dengan adanya pengenalan, pelatihan dan praktik teknik budidaya secara hidroponik dari Unsil diharapkan pengetahuan dari 15 anggota kami dapat bertambah, khususnya tentang alternatif pengolahan tanaman lahan pekarangan,” ujarnya.

Senada, Pendamping PKH Purbaratu Tri Rizkiana MSi menyatakan kegiatan ini merupakan kerja sama positif antara Unsil dan PKH, dalam rangka pemberdayaan masyarakat untuk budidaya tanaman hidroponik. Maka pihaknya mengikutsertakan 15 KPM PKH Kecamatan Purbaratu, dengan memfokuskan pada Kelurahan Sukajaya, Singkup dan Sukanegara.

“Ketika basis keluarga ini sudah mahir dan mumpuni mengelola penanaman hidroponik, maka kebutuhan rumah tangga bisa terpenuhi dan bisa menjadi nilai ekonomis,” katanya. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.