Di Tengah Wabah Covid-19, Stok Darah di PMI Kabupaten Tasik Kosong

120
0

TASIKMALAYA – Semenjak merebaknya wabah Covid-19, stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Tasikmalaya, kosong.

Hal ini karena warga yang rutin donor pun tidak lagi datang untuk mendonorkan darahnya, sejak pemberlakuan physical distancing, wabah corona.

“Sejak dua pekan terakhir, stok darah kosong. Kami tidak dapat berbuat banyak karena batasan keluar rumah sejak merebaknya COVID-19 di sejumlah wilayah. Padahal biasanya ada yang donor sukarela secara rutin,” ujar dr Inne Srie Suparliany, Manager Kualitas UDD PMI Kabupaten Tasikmalaya, Senin (04/05).

Kata Inne, setiap bulannya, kebutuhan darah mencapai 1.500 labu yang biasanya dapat ditutupi dari pendonor, saat melakukan kegiatan donor darah massal di sejumlah perkantoran pemerintah atau kelompok masyarakat.

Namun karena adanya batasan ke luar rumah dan mengumpulkan orang banyak, kegiatan donor darah massal yang selama ini menutupi kebutuhan, tidak dapat dilakukan.

“Yang datang ke kantor PMI pun hanya beberapa orang saja. Pada hari biasa, yang mendonorkan darahnya mencapai 50 orang. Sekarang hanya ada 10 orang untuk donor sukarela maupun donor pengganti,” ujarnya.

“Guna menyiasati kebutuhan darah pasien, kami mengimbau keluarga pasien untuk datang ke UDD PMI, untuk mendonorkan darahnya,” sambung dia.

Menurutnya, pelayanan PMI tetap berjalan dan buka selama 24 jam. Pasalnya kebutuhan darah tidak bisa ditunda. Apalagi UDD PMI Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya memenuhi kebutuhan warga kabupaten, melainkan juga warga Kota Tasik.

Dengan kosongnya stok darah, kata Inne, harus ada donor pengganti. Pihaknya membantu dengan cara broadcast pasien yang membutuhkan darah.

“Kita juga mengingatkan para pendonor yang biasa mendonorkan darahnya untuk datang ke sini. Karena sebagian ada yang diberi kartu dan rutin mendonorkan darahnya selama 3 bulan sekali. Namun dikarenakan kondisinya seperti ini, pendonor takut ke luar rumah,” terang Inne.

Lanjut Inne, biasanya suka ada organisasi yang meminta untuk mengadakan kegiatan donor darah.

Namun sekarang belum ada. Kalo ada yang mau mengadakan, nanti akan di survei dulu, layak atau tidak persyaratannya.

Minimal jumlah estimasi ada 25 sampai 30 labu darah dari organisasi tersebut yang mau mendonorkan darahnya.

Saat ini, tambah Inne, pihaknya kerap menginformasikan kepada warga yang suka mendonorkan darahnya, padahal sudah waktunya, diingatkan lagi melalui SMS atau WhatsApp.

“Jadi kami kesulitan untuk menyediakan darah bagi yang membutuhkan. Salah satunya ya dengan donor pengganti dan mengingatkan para pendonor sukarela yang sudah jadwalnya agar segera mendonorkan,” ucapnya.

(radika r ramdani)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.