Diamuk Puting Beliung

370
0
ISTIMEWA EFEK PUTING BELIUNG. Angin puting beliung merusak bangunan-bangunan di objek wisata Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya Kamis (30/11).
RUSAK.Angin puting beliung yang menyapu sebagian daerah Tasikmalaya Kamis (30/11) membuat kerusakan.

Angin kencang (puting beliung) menyapu Tasikmalaya dan sekitarnya Kamis (30/11). Atap bangunan beterbangan. Pohon tumbang. Dahan patah. Tiang listrik roboh.
Di Kabupaten Tasikmalaya, sembilan kecamatan dilanda angin kencang tersebut (selengkapnya lihat grafis). Efeknya beragam. Namun, masyarakat sempat dilanda ketakutan. Was-was. Aparat bergerak cepat. Mereka meng­eva­kuasi warga. Menenang­kannya dan menebang pohon-pohon yang tumbang.
Di Objek Wisata Galunggung Kecamatan Sukaratu, angin puting beliung datang tidak disertai hujan deras. Maman B (64), salah seorang pemilik kios menjelaskan Kamis (30/11), sekitar pukul 06.30 angin seperti biasa, kecil. Galunggung juga saat itu tidak hujan. Namun tiba-tiba ada angin dari arah barat atau kawah yang memutar dan langsung menyapu ke bawah tempat parkir serta kios-kios milik warga. “Anginnya sangat besar sekali dan muter seperti angin puting beliung,” ujarnya kepada Radar, kemarin.
Hamida (40), pemilik kios lainnya menambahkan. Waktu itu angin sangat kencang. Bahkan suasana langsung ramai ditambah kepanikan warga, pedagang dan pengunjung. “Saking kencangnya atap kios berhamburan. Dagangan berantakan. Bahkan ada mobil yang hampir terbalik,” paparnya.
Walaupun dagangan berantakan, semua­nya masih bisa diselamatkan dan dijual kembali. Hanya untuk atap yang terbuat dari asbes ada beberapa yang pecah. Ada juga yang masih bisa dipergunakan. “Kalau kerugian ditaksir mencapai Rp 3 juta kurang lebih,” ucapnya.
Dewi Sri (21), pedagang lainnya bercerita. Lamanya angin kencang itu berlangsung sekitar lima jam lebih. Angin tersebut tiba-tiba besar. Kemudian kecil. Kembali dan terus seperti itu sampai pada setelah Zuhur mulai mereda. ”Jadi dengan kondisi yang seperti itu membuat para pedagang dan pengunjung was-was sehingga semuanya berkumpul di lapangan parkir,” bebernya.
Sekmat Sukaratu Dindin SPd MSi mengatakan dampak terjadinya bencana angin puting beliung di wilayah Objek Wisata Gunung Galunggung juga mengakibatkan kerusakan di pos pintu masuk Cipanas. Genting rusak. Tempat parkir karyawan, atapnya juga rusak. Pun warung dekat pintu masuk (tempat karcis) sebanyak lima unit rusak.
Kerusakan lainnya yaitu Pos TPR. Asbesnya rusak. Warung di tempat parkir sebanyak 10 unit juga asbesnya rusak.
Jalur listrik ke Cipanas dan ke kawah tidak bisa dioperasikan karena kabelnya tertimpa pohon. Warung di kolam renang Perhutani sebanyak 34 unit, asbes dan terpalnya rusak.
Gazebo, MCK, loket, aula rusak. Warung di Kawah Galunggung sebanyak 13 unit atapnya rusak.
Berikutnya, rumah dinas Perhutani di Kawah Galunggung asbesnya rusak. Tiang listrik ke arah kawah sebanyak empat buah roboh. “Dan banyak pohon yang tumbang di arah kawah,” jelasnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya EZ Alfian menjelaskan, angin kencang yang melanda beberapa kecamatan di kabupaten tidak berkaitan dengan adanya Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia. “Ini angin yang rutin selalu terjadi setiap tahun jelang akhir tahun bahkan biasanya lebih besar,” ujarnya.
Data yang masuk ke BPBD, akibat angin kencang Kamis itu, di Kampung Cisaat RT/RW 04/01 Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa rumah milik Asep Samsu (65) hingga rusak ringan.
Di Kampung Pamayangsari RT/RW 01/09 Desa Cikawungading Kecamatan Cipatujah mengakibatkan atap rumah milik Rahmat Saputra (45) terbawa angin sehingga mengalami rusak sedang. Adapun di Kampung Jatiwangi RT/RW 06/03 Desa Cilumba Kecamatan Cikatomas angin kencang mengakibatkan rumah milik Hudli (75) ambruk atau rusak berat. SDN Muktisar Desa Sarimukti Kecamatan Karangnunggal rusak sedang karena pohon tumbang menimpa ruang kelas.
Sedangkan di Kampung Cipanas RT/RW 03/06 Desa Linggajati Kecamatan Sukaratu akibat angin kencang, pohon, tiang listrik roboh dan atap kios beterbangan hingga mengakibatkan akses jalan ke objek wisata Cipanas terputus. Termasuk warung dan kios milik warga rusak ringan.
Di Kampung Parakanpanjang RT/RW 03/02 Desa Sukamanah Kecamatan Cigalontang, angin kencang berdampak kepada pohon tumbang dan menimpa rumah milik Karim (55). Rumah itu menglamai kerusakan sedang.
Di Kampung Tekahurip Desa Sukasetia Kecamatan Cisayong, angin kencang menyampu permukiman warga yang mengakibatkan rusak ringan rumah milik Awo (67).
Di Kampung Kaum Kidul Desa Manggungjaya Kecamatan Rajapolah angin kencang merobohkan pohon dan tiang listrik berdampak Jalan Rajapolah Sukahening sempat terputus beberapa waktu.
Sedangkan di Kampung Setiamulya Kalapagenep Kecamatan Cikalong, angin kencang menyebabkan pohon ambruk dan menimpa rumah milik Wahdi (50) dengan kerusakan sedang. Sementara di Kampung Jolok RT/RW 07/03 Desa Sundawenang Kecamatan Salawu, angin kencang merusak dua rumah warga mili Holil dan Wina.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Tasikmalaya Ria Supriana mengatakan kecamatan yang terdampak paling parah, adalah Sukaratu. Atap belasan kios pedagang terbawa angin, pohon tumbang dan tiga tiang listrik runtuh di objek wisata Cipanas Galunggung di Desa Linggajati Kecamatan Sukaratu.
Sampai Jumat (1/12), kata dia, masyarakat di daerah-daerah yang terkena dampak puting beliung, sudah kembali normal. “Masyarakat tetap diminta waspada,” ujar Ria saat dihubungi Radar kemarin (1/12).
Seperti di objek wisata Cipanas, Galung­gung di Kecamatan Sukaratu, terang dia, para pedagang sudah mulai memperbaiki atap kiosnya yang rusak.
“Sudah, sudah kembali normal, pedagang sudah kembali berdagang. Sudah aman, dan wisata Cipanas tetap dibuka untuk umum atau wisatawan,” ujarnya.
BPBD, tambah dia, meminta kepada masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem di Desember ini. “Ya lebih waspada, informasi dari BMKG sendiri cuaca di akhir tahun ini berubah-ubah. Termasuk angin beliung,” jelasnya.
Kapolsek Sukaratu AKP Junaedi mengatakan dari kejadian angin puting beliung, Kamis (30/11), pihaknya sudah menerjunkan anggotanya untuk mengevakuasi para pedagang di objek wisata Cipanas Galunggung untuk ber­lindung ke tempat lebih aman. Anggotanya juga ikut memotong pohon yang tumbang menggunakan gergaji mesin.
“Sekarang sudah dibersihkan puing atau pohon dan atap termasuk tiang listrik yang runtuh. PLN juga sudah turun dan memperbaiki jaringan listrik yang rusak,” ujarnya.
Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum meminta kepada masyarakat yang terdampak bencana angin beliung untuk tetap waspada. Termasuk masyarakat lainnya yang berada di lokasi rawan bencana.
“Sekarang musim hujan, terus-terusan dilanda bencana terutama tanah longsor. Waspada dan hati-hati terhadap situasi alam. Terutama bagi mereka yang rumahnya ada di lokasi rawan bencana, ada di tebing-tebing,” ungkapnya.
Salah satu pemilik kios di objek wisata Cipanas Galunggung, Abdul (35) menuturkan pasca angin beliung semua pedagang yang kiosnya rusak, sudah memperbaiki atap kiosnya.
“Walaupun masih was-was, mudah-mudahan aman dan tidak terjadi lagi bencana angin beliung,” doanya. (yfi/dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.