Dianggap Penistaan Agama, Ketum PSI Dipolisikan

38
0

Jakarta, Dianggap melakukan penistaan agama dengan membuat pernyataan yang bertentangan dengan Al Qur’an, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Sekretaris Jenderal Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Zulkhair, yang melaporkan Grace ke Bareskrim Polri, pada Jumat (16/11). Surat tanda terima laporan tercatat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri.

Adapun, nomor Laporan Polisi (LP) tersebut, yakni LP/B/1502/XI/2018/BARESKRIM tertanggal 16 November 2018. Kuasa hukum Zulkhair, Eggy Sudjana mengatakan, bahwa Grace sempat menutrakan jika PSI tidak akan pernah mendukung perda yang berlandaskan agama, seperti Perda Syariah dan Injil.

Selain itu, PSI mencegah lahirnya Perda ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi di negeri ini.

Menurut Eggy, pernyataan Grace mengandung unsur kebohongan dan bertentangan dengan beberapa ayat di Al-Quran.

“Perlu saya jelaskan, ada tiga hal. Satu, Grace (Grace Natalie) menyatakan, perda itu menimbulkan ketidakadilan. Kedua, diksriminatif, ketiga, intoleransi. Menurut hemat saya secara ilmu hukum ini lebih parah dari Ahok (Basuki Tjahaja Purnama),” ujar Eggy.

Menurut Eggy, pernyataan Grace bertentangan dengan surat Al-Maidah yang disebutkan menggambarkan toleransi, adil, dan tidak diskriminatif.

“Jadi agamu agamamu, agamaku agamaku. Itu toleransi yang paling top, kok dibilang kita intoleran,” tutur Eggy.

Lebih lanjut Eggy mengatakan, bahwa Grace tidak jujur. “Grace menyebut injil, kenapa dia enggak berani menyebut Al-Quran tapi menyebutnya syariah ini kan enggak jujur dia,” terangnya.

Untuk itu, Eggy meminta Grace untuk meminta maaf atas pernyataan tersebut.

“Jadi kekecewaan kita terhadap Grace, nantang-nantang begitu. Padahal kita memahami dia masih junior. Kalau saja dia mau minta maaf selesai, tapi faktanya kantidak,” jelasnya.

Dalam laporan yang dilakukan, Zulkhair membawa video perkataan Grace saat peringatan ulang tahun keempat partainya di ICE BSD, Tangerang, Minggu (11/11) serta beberapa pemberitaan dari media online.

Grace dilaporkan dengan dugaan pelanggaran Pasal 156A KUHP, Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 28 ayat (2) junto Pasal 14 juncto Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (AF)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.