Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

88.5%

3.1%

0.3%

5.9%

0%

1%

0%

Dianggap Raja, Mulai Cita Rasa hingga Interior dan Eksterior Manjakan Pengunjung

149
0
Kabeuki Caffee, Bakery dan Resto dengan Konsep Outdoor.

TASIK. Gaya hidup generasi milenial yang fashionable dan senang mengunjungi tempat-tempat inspiratif telah mengubah cara pandang para pengusaha kafe dalam menjalankan bisnisnya.

Pengelola tidak hanya fokus menjaga cita rasa sajian, tetapi juga menciptakan ruang-ruang imajinatif bagi para pengunjung.

Para pengunjung tidak hanya sekadar ingin menikmati hidangan dalam memanfaatkan waktu luangnya di kafe, tetapi butuh ruang penyaluran ide, hiburan dan fantasi.
Jarak yang tak dekat pun tidak menjadi kendala bagi mereka mendatangi tempat favoritnya.

Di Tasikmalaya, banyak kafe yang mementingkan desain interior dan eksterior yang unik dan futuristik, di antaranya kafe Kabeuki, Route 66 dan Kemping Tepi Danau (KTD).

Modern Natural

Kabeuki Caffee, Bakery dan Resto di Jalan Sirnagalih Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya menghadirkan konsep modern natural. Namun memiliki fasilitas modern, serta menyediakan taman sebagai area ruang terbuka.

Dipilihnya konsep modern dan natural tersebut, Kabeuki ingin memberikan suasana berbeda bagi setiap pengunjung. Di saat menyantap makanan dan minuman yang disediakan.

Supervisor Kabeuki Caffee, Bakery dan Resto, Agus mengatakan dipilihnya konsep modern natural untuk memberikan rasa sejuk bagi setiap pengunjung yang datang.

“Taman yang kami sediakan memberikan rasa sejuk, namun tidak hilang modern-nya,” kata dia kepada Radar, Selasa (22/1).

Selain untuk menyesuaikan lokasi kafe yang berada di pinggir Kota Tasikmalaya. Termasuk makanan yang disediakan lebih mengedepankan khas lokal. ”Namun kami juga sediakan makanan dan minuman zaman now,” kata dia.

Untuk memberikan kenyaman lebih bagi pe­ngun­jung, kata Agus, setiap hari di Ka­beuki selalu diputar musik. Sehingga pe­ngunjung bisa semakin betah berlama-lama di Kafe yang dimiliki Deni R Sagara itu.

“Bahkan setiap malam Sabtu dan Minggu live musik, dan itu bisa diisi oleh pengunjung, audionya kami sediakan,” tuturnya.

Otomotif dan Natural

Caffee dan Kitchen Route 66 di Jalan HZ Mustofa Nomor 275 Cihideung Kota Tasikmalaya menawarkan konsep otomotif dan natural bagi setiap pengunjungnya.

Banyaknya fasilitas yang memakai bekas kendaraan bermotor seperti meja dan kursi menggunakan ban mobil bekas yang di desain ulang. Menjadikan kafe ini sangat cocok bagi milenial.

Apalagi, sebagian kursinya menggunakan drum bekas, sehingga lebih terlihat fashionable ketika diambil gambar.

Sedangkan di lantai dua didesain natural, yang dilengkapi taman dan tumbuhan.

Bahkan untuk lebih memberikan kesan natural tempat duduk sengaja di posisikan di out door, dengan ditutup payung dan dihiasi oleh lampu. Sehingga memberi kesan natural saat malam hari.

Pengelola Caffee dan Kitchen Route 66 Budi Kurniawan mengatakan agar semakin terasa konsep otomotifnya di bagian depan kafe ditempeli stiker-stiker kecil untuk menggambarkan kesan otomotif dan motor.

“Bahkan kami juga memasang walpaper lukisan motor, kepala dan helm yang menjadi ikon Route 66 ini,” tutur dia.

Namun bagi pengunjung yang tidak menyukai konsep berbau otomotif, pihaknya menyediakan konsep natural di lantai dua.

”Kita menyediakan taman dengan out door dan semi out door, jadi sesuaikan keinginan pengunjung. Karena pengunjung adalah raja,” paparnya.

Sejauh ini, kata dia, kafe yang dikelolanya diminati oleh berbagai kalangan. Tetapi yang paling dominan dikisaran umur 20 tahun ke atas.

“Semua kalangan memang banyak yang datang, tidak mengenal umur untuk sekadar santai sambil menyantap menu yang kami sediakan ,” jelas Budi.

Salah seorang pengunjung Caffee dan Kitchen Route 66, Miftah Parid mengaku sering berkunjung karena ingin menikmati kopi juga suasana santai.

”Di sini konsep kafe yang kekinian, sehingga membuat betah berlama-lama sambil refresing,” tuturnya.

Disamping kualitas makanan dan minumannya yang sesuai lidah, juga harganya tidak terlalu mahal alias sesuai kantong warga Tasikmalaya.

“Jadi di sini komplit, sudah murah, makanan dan minumannya rekomended,“ pungkasnya.
Serasa Kemping di Tepi Danau

Kemping Tepi Danau (KTD) di Jalan RAA Wiratanuningrat Nomor 1/3 Tawang Kota Tasikmalaya menawarkan konsep kafe dan resto dengan suasana kemping di tepi danau.

Dengan konsep seperti hutan kering, KTD layak dijadikan referensi untuk sekadar nongkrong atau mengajak keluarga berkumpul.

Sebab semua ornamen dan fasilitas yang digunakan KTD menggunakan bahan kayu kering, dari mulai tempat duduk, hiasan bahkan lukisan.

Pengelola Kemping Tepi Danau (KTD), Nilwan mengatakan konsep KTD bermula dari adanya pemikiran urban kemping. Sehingga pihaknya mengonsep kafe s di tengah kota namun serasa di hutan kering.

Kemping Tepi Danau (KTD)

“Makanya kami membuat miniaturnya dari kayu-kayu kering, supaya terasa di hutan kering,” katanya kepada Radar.

Menurutnya, pengunjung yang datang ke KTD akan diberikan suasana kemping tepi danau, karena fasilitas yang disediakan seperti layaknya kemping.

“Untuk lebih memberikan kesan kemping, kita juga sediakan api unggun. Ditamabah tempat memasak nasi liwet yang dibuat menyerupai api dari lampu yang dimodifikasi,” ujarnya.

Agar pengunjung lebih merasakan layaknya kemping di tepi danau, kata dia, pihaknya pun menyediakan lukisan danau besar. Sehingga ketika pengunjung datang terasa seperti di pinggir danau.

“Termasuk kami juga memasang oranamen seperti lukisan dari potongan kayu dan kulit pisang,” tandasnya.

Nilwan menjelaskan, kafe yang dibuka pada Juni 2017 itu, segmen awalnya bagi anak-anak muda. Namun, faktanya kini diminati oleh semua kalangan. “Bahkan saat ini memang yang banyak dikunjungi oleh keluarga,” kata dia.

(ujang nandar/radartasikmalaya)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.