Perlu Pembenahan dari Hulu, Usulkan Proses Daur Ulang

Dianggap Tak Serius Atasi Sampah

64
0
Loading...

TAROGONG KIDUL – Yayasan Paragita, pegiat lingkungan hidup Garut menganggap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut kurang serius dalam penanganan sampah di wilayah perkotaan Garut.

“Kalau Pemda Garut serius menangani masalah sampah, tidak akan terjadi seperti ini (penumpukan sampah di perkotaan),” ujar Ketua Yayasan Paragita Gita Noorwadhani kepada wartawan Kamis (16/5).

Ketidakseriusan dalam penanganan sampah terlihat dari tidak adanya proses daur ulang sampah. “Sekarang sampah dari masyarakat dibuang langsung, tidak ada proses daur ulangnya,” terangnya.

Karena tidak adanya proses daur ulang, kata dia, menimbulkan persoalan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasirbajing. Sekarang di TPA terjadi penumpukan. “TPA Pasirbajing tidak akan menjadi persoalan kalau awal persoalan sampahnya dibenahi,” terangnya.

Untuk menangani sampah, kata dia, Pemkab Garut harus melakukan pembenahan dari hulunya, yakni masyarakat. “Kebanyakan sampah-sampah berawal dari rumah tangga, kenapa tidak dari sumbernya dibenerin,” katanya.

Menurut dia, masalah sampah jangan dikatakan hal yang tidak serius. Justru harus ditangani dengan serius. “Kebuktian dengan ditutupnya Pasirbajing, tumpukan sampah di kota berserakan dimana-mana,” katanya.

Kalaupun TPA Pasirbajing diperluasan, kata dia, pertanyaan yang sangat mendasar akan sampai kapan membuang sampah ke TPA, sementara lahan yang dimiliki terbatas. “Kemarin saya dengar DLHKP memperluas TPA 1,5 hektare, tapi mau sampai kapan? Di Garut masih luas lahan yang kosong, tapi mending dipakai untuk rumah maupun pertanian daripada untuk tempat sampah,” ucapnya.

Loading...

Meski diperluas, permasalahan sampah tetap saja tidak teratasi karena hanya memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat yang lain. Tetap saja masyarakat sekitar di Pasir­bajing akan terdampak oleh sampah yang dibuang ke TPA.

Solusi penanganan sampah, menurutnya cukup mudah. Hanya saja perlunya kemauan dari pemkab untuk merangkul komunitas pecinta lingkungan. Karena banyak komunitas pecinta lingkungan yang bergerak, tidak ada support dari pemerintah. “Sampah-sampah rumah tangga yang mendominasi sampah di Garut ini seharusnya bisa diminimalisir, bahkan menghasilkan pundi-pundi uang kalau Pemda beserta penggiat lingkungan yang ada di Garut mau bergerak,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, untuk menangani sampah Pemkab Garut sudah menyiapkan anggaran untuk perbaikan jalan menuju TPA Pasirbajing. Selain fokus perbaikan TPA, Pemkab Garut juga terus melakukan penjajakan dengan perusahaan pengolah sampah dari Korea.

Hal itu dilakukan supaya permasalahan sampah ini bisa teratasi. “Komunikasi masih kita jalan, tetapi pelaksanaannya nggak tau kapan,” katanya. Dia berharap dengan adanya teknologi yang bisa mengolah sampah menjadi energi, bisa mengatasi permasalahan sampah di perkotaan Garut. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.