Dicari Capres Pendukung Honorer

149

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Total Ada 439 Ribu K2, Potensial Dulang Suara

JAKARTA – Posisi honorer kategori dua (K2) dan pegawai kontrak lainnya sangat rentan dipolitisasi. Dengan jumlah honorer K2 sebanyak 439 ribu, akan potensial untuk menjaring suara dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Kami tahu, suara honorer K2 sangat potensial dalam Pilpres nanti. Jumlah K2 ada 439 ribu belum ditambah anak dan suami/istri serta keluarga. Dan keberadaan kami memang nyata bukan di atas kertas saja,” kata Ketua Umum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih kepada JPNN, Rabu (28/3).

Tahu bila posisinya cukup menggiurkan, honorer K2 pun tidak mau asal pilih capres maupun cawapres. Mereka bersepakat memberikan dukungan kepada capres dan cawapres yang mau berpihak kepada honorer K2.

“Wajar kalau teman-teman memilih pemimpin yang bisa menghantarkan honorer K2 jadi CPNS. Perjuangan kami sudah lama loh, jadi kami enggak mau kalau salah memilih pemimpin,” tegasnya.

Di kalangan anggota FHK2I, banyak yang menginginkan Ketum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) Lukman Said sebagai cawapres. Legislator ini dinilai sangat berpihak kepada honorer K2.

Hal itu terbukti saat rapat kerja nasional (Rakernas) ADKASI ke-2, Lukman dengan lantang meminta Presiden Joko Widodo untuk mem-PNS-kan honorer K2. Selain itu Jokowi juga diminta mendukung percepatan revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami mencari calon pemimpin seperti Ketum ADKASI. Cepat atau lambat honorer K2 diangkat ada di tangan pemimpin negara ini,” ujar Ridwan, koordinator wilayah (korwil) FHK2I Bengkulu.

Hal sama juga dikatakan Korwil FHK2I Jatim Eko Mardiono yang terkenal vokal ini menegaskan butuh komitmen kuat pemimpin bangsa dalam menuntaskan masalah honorer K2. Tanpa itu perjuangan apapun yang dilakukan akan terseok-seok.

Dia menyebutkan revisi UU ASN hanya beberapa pasal saja yang diubah. Namun, prosesnya begitu panjang dan menyita energi. Padahal hanya lewat revisi UU ASN itu honorer K2 bisa diangkat CPNS.

“Kami tidak tahu apakah kami akan diangkat di era pemerintahan sekarang atau menunggu pemimpin yang baru. Yang pasti kami mencari calon pemimpin pembela masyarakat kecil termasuk honorer K2,” tandasnya.

Terpisah, Menpan-RB Asman Abnur mengatakan pada rekrutmen CPNS 2018 pihaknya akan lebih banyak membuka lowongan untuk posisi guru.

”Tahun ini ada sekitar 220 ribu PNS yang pensiun. Biasanya kuota penerimaan CPNS 50 persen dari pensiun,” ujarnya di acara pembekalan CPNS di lingkungan Kemendikbud, Selasa (27/3).

Asman Abnur meminta Kemendikbud betul-betul memelototi guru yang sudah menjadi PNS. Sebab dia beberapa kali menemukan kasus guru PNS yang bekerja tidak sesuai porsinya. ”Ada guru yang menjadi kepala dinas perhubungan karena jadi tim sukses kepala daerah,” ujarnya.

Cerita lainnya, Asman beberapa waktu lalu berkunjung ke daerah timur Indonesia. Dia menemukan guru PNS yang tidak mengajar 24 jam. Jam kerjanya justru dikerjakan oleh guru honorer. ”Padahal kalau tidak dipenuhi jam kerja akan dikenakan sanksi,” ungkap Asman.

Dia justru mempunyai gagasan mengenai sistem kepegawaian guru. Selama ini guru merupakan ASN daerah. ”Kalau di beberapa negara, guru ini PNS pusat. Kita harap ada yang diatur,” katanya.

Guru yang merupakan pegawai daerah membuat Asman tidak bisa sembarangan memutuskan jumlah yang akan diangkat. Dia mengaku mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Sebab tak sedikit daerah yang belanja pegawainya lebih dari 50 persen anggaran. Dikhawatirkan jika ditambah jumlah CPNS maka angka belanja pegawai akan semakin membengkak. ”Kita sedang data dengan Kemendikbud, kira-kira dimana posisi guru yang kurang,” ungkap Asman. Daerah yang betul-betul kekurangan guru akan menjadi prioritas. Salah satu tujuannya adalah untuk penataan sebaran guru

Menurut catatan Kemenpan-RB dari 2014 sudah ada lebih dari satu juta guru honorer yang diangkat. Namun hal itu tidak menyelesaikan persoalan. ”Coba didata lagi apakah benar-benar pegawai honor atau bukan. Sebab ada yang mengaku honor, dan ada yang mengaku honorer,” tutur Asman. (lyn/esy/jpnn)

loading...