Didikan Symphony Kota Tasik Jadi Runner-up V Factor Indonesia

38
0
PRESTASI. Grup LKP Symphony sukses menyabet posisi runner-up di Ajang V Factor Indonesia tahun ini. Kanan, mereka menyampaikan kebahagiaan saat ditemui di Jalan Tentara Pelajar Minggu (20/12). Firgiawan / Radar Tasikmalaya
Loading...

CIHIDEUNG – Aura kebahagiaan terpancar dari dua remaja asal Kota Tasikmalaya, Alma Neysa Maheltra dan Rhaveena Ainursyifa. Sebab, grup musik mereka yang mewakili Kota Resik berhasil meraih juara kedua ajang V Factor Indonesia tahun ini.

Grup musik didikan LKP Symphony tersebut, diumumkan menjadi runner up dalam kompetisi yang dihelat Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI yang diumumkan Jumat (18/12).

Setelah menjalani proses panjang mulai dari penjaringan, penampilan sampai penilaian yang ditinjau juri kaliber nasional serta respons dari Youtube.

Pemain Biola Grup LKP Simphony, Alma Neysa Maheltra mengaku bangga dan bahagia. Sebab, ia tidak menyangka akan mendapat prestasi tersebut. Melihat sejumlah pesaing terutama di bidang musik, sudah berkaliber jauh di atas grupnya.

Baca juga : Pilbup Tasik, Agustiana: Berkah Pandemi untuk Petahana

Loading...

“Saingan kami talented semua. Jadi masih belum percaya, karena kita juga masuk ke tahap itu sulit sekali,” ungkapnya saat dijumpai di Jalan Tentara Pelajar Kecamatan Cihideung, Minggu (20/12).

Siswi SMAN 2 Kota Tasikmalaya ini mengaku saat tampil di depan juri kala itu, mendapat respons positif. Komentar dari beberapa penilai mengisyaratkan grupnya bisa meraih prestasi. “Memang kita lihat komentar juri itu membuat kami memiliki keyakinan bisa masuk 10 besar.Karena kita diapresiasi vokal, permainan piano dan biolanya, tapi kalau juara dua tidak menyangka bisa seperti itu,” papar Alma.

Kemudian, lanjut dia, ketika indikator penilaian juara pun diambil dari respons netizen di youtube. Mereka sempat grogi, karena para pesaingnya notabene berdomisili di ibu kota dan sekitarnya. Kemudian, grup musik yang lain rata-rata sudah lebih dikenal lewat youtube dengan subscriber dan like yang sudah mumpuni.

“Namun, dengan kita masuk ke sana artinya kita layak karena benar-benar lawannya waw sekali. Grup musik saingan berat kami itu dari Jakarta Selatan yakni LKP Vidi Vici, dan SMK Cianjur Group Putih Abu,” papar dia.

Pemain keyboard Ainursyifa mengungkapkan hal serupa. Ia bersama vokalis dan pianis lainnya, yakni Bunga Reyza sangat bangga dapat berkesempatan tampil di ajang Nasional.

Dimana helatan tersebut diikuti grup berbakat dari beragam daerah. “Hadiahnya sih bonus. Tapi prestasi dan pengalaman menarik menjadi kebanggaan tak terbayarkan. Ini hasil latihan dan usaha kami, juga doa dari masyarakat dan semua yang mendukung,” syukurnya.

Ketua LKP Symphony Kepler Sianturi mengaku bangga, siswi kursusnya bisa tampil maksimal di ajang tersebut. Ketiga personel Group LKP itu, sudah belajar lebih dari 10 tahun di Symphony Music School (SMS).

“Memang ketiganya tampilkan hal yang tidak biasa. Kolaborasi keterampilan alat musik disertai kemampuan vokal masing-masing, jadi pembeda dari grup lain,” ungkapnya.

Menurutnya, penampilan ketiga dara binaannya itu sangat menghibur. Mendapat antusias serius dari para juri, sehingga dapat meraih nilai tinggi dan mendapat urutan runner-up V Factor Indonesia tahun ini.

“Ini kali kedua kami persembahkan bagi daerah kaitan prestasi di ajang Nasional. Dulu 2017, kami Juara Nasional Lembaga Berprestasi Kemendikbud dan V Factor Indonesia tahun ini,” ungkap Sekretaris Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) tersebut. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.