Diduga Berpihak, Bawaslu Pangandaran Panggil Kades Karangjaladri

269
0
Iwan Yudiawan Ketua Bawaslu Pangandaran
Iwan Yudiawan Ketua Bawaslu Pangandaran

PANGANDARAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran memanggil Kepala Desa Karangjaladri Eris Darmawan terkait dugaan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon dalam sebuah acara, Senin (21/9).

Ketua Bawaslu Pangandaran Iwan Yudiawan mengatakan, Eris memenuhi panggilan pada Rabu (23/9) untuk diminta klarifikasi soal dugaan pelanggaran tersebut.

“Diduga ada keberpihakan kepada salah satu calon dalam Pilkada Kabupaten Pangandaran saat memberikan sambutan di depan masyarakat. Saat itu katanya sedang acara di sebuah tempat kelompok budidaya ikan,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (24/9).

Kata dia, pihaknya akan memproses dugaan tersebut dan jika bukti yang didapat sudah meyakinkan, maka akan direkomendasikan ke Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. “Nanti akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait,” jelasnya.

Menurut Iwan, pihaknya sudah memanggil beberapa perangkat desa dan juga PNS terkait dengan dugaan ketidaknetralan dalam Pilkada Pangandaran. “Beberapa sudah ditindaklanjuti dan kita tinggal menunggu keputusan,” katanya.

Baca juga : Tingkatkan PAD, Pemkab Pangandaran Buat Perda Tera Ulang Mandiri

Loading...

Komisioner Bawaslu Pangandaran Gaga Abdillah mengatakan, bahwa kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Sutriaman akan segera dlimpahkan ke Bawaslu Provinsi Jawa Barat.

Sementara dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh kepala Desa Karangjaladri masih dalam penelusuran. “Dari Provinsi kemudian nanti ke Bawaslu RI dan selanjutnya ke Komisi ASN, nanti kita tunggu hasilnya dari sana,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Eris membantah kalau dirinya mengajak kepada masyarakat untuk memilih salah satu calon. “Saya hanya membeberkan keberhasilan Kabupaten Pangandaran,” jelasnya.

Dirinya hanya memenuhi undangan kelompok budidaya untuk menghadiri acara tersebut dan saat memberikan sambutan, dirinya menegaskan tidak ada unsur ajakan untuk memilih calon bupati. “Tidak ada sama sekali,” katanya.

“Saya sudah memenuhi panggilan Bawaslu dan diberi 20 pertanyaan. Saya tidak merasa kampanye,” ucapnya, menambahkan.(den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.