Tak Ada APAR, Tak Ada Ember, Hidran Tidak Berfungsi, Satpam Bingung

Diduga dari Penyepuh Perak

84
0
TINJAU. Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya meninjau kios yang terbakar di Pasar Manis Ciamis, Rabu (26/6). IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya beserta jajarannya mengecek kondisi Blok B Pasar Manis Ciamis yang terbakar, Rabu (26/6). Pemerintah memastikan akan memperbaiki pasar tradisional tersebut.

Bupati akan mengevaluasi ke­bakaran pasar tersebut seraya menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Langkah awal yang akan dilakukan adalah mem­bersihkan puing-puing ba­ngunan yang terbakar. Fokus utamanya untuk memulihkan kem­bali geliat pasar. “Mudah-mu­dahan besok lusa mereka bisa berjualan kembali,” tutur dia.

Analisis sementara, dari peristiwa kebakaran tersebut, Herdiat menganggap perlu penambahan armada pemadam kebakaran (damkar). Saat ini, jumlah mobil damkar hanya ada tiga unit. Itu pun yang laik jalan hanya dua unit. Sementara itu, wilayah Ciamis sangat luas dan penduduknya cukup banyak. Dengan demikian, diperkirakan kebutuhan mobil damkar itu minimal 10 unit. Selain itu, tidak berfungsinya hidran saat kebakaran terjadi juga akan dievaluasi. “Intinya semuanya akan kita evaluasi lagi,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto SIK menyebutkan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik dari kios penjual dan penyepuh perak yang merembet ke berbagai bangunan di sekitarnya. “Jadi sejauh ini seperti itu serta masih memeriksa saksi-saksi juga,” ujar dia.

TIDAK TERSEDIA APAR

Sejak 15 tahun lalu, di Pos Satpam Pasar Manis Ciamis tidak tersedia alat pemadam api ringan (APAR). Kondisi tersebut cukup menyulitkan para petugas untuk melakukan langkah cepat penanggulangan kebakaran.

Danru Satpam Pasar Manis Ciamis Opin Aripin menceritakan, sejak pasar berdiri pada 1993, sekitar tahun 1996 baru tersedia APAR. Di tahun-tahun setelahnya, belum pernah ada pengadaan APAR lagi. APAR usang pun sudah dibuang karena tidak bisa lagi berfungsi. Yang ada sampai saat ini hanya tempat APAR-nya saja. “Saya kira semalam juga pada saat kebakaran belum begitu besar bisa kami gunakan APAR, karena pernah ikut pelatihan cara menggunakan APAR,” tutur dia.

Menurut Opin, para petugas saat itu tidak bisa langsung memadamkan kebakaran, selain tidak ada APAR, ember-ember untuk mengambil air dari WC pun tidak ada. Ditambah lagi, hidran yang tersedia tidak berfungsi. Bahkan, kunci hidran entah di mana. Padahal, para petugas sudah tahu cara menggunakan hidran itu. “Semalam itu satpam juga pada bingung. Terpaksa hanya menunggu mobil pemadam untuk penanggulangan dini tidak ada. Karena alat-alatnya juga tidak ada,” kata Opin.

Para satpam, kata dia, sudah bekerja maksimal untuk memantau kondisi pasar siang-malam. Dari 14 personel yang ada, petugas yang bekerja pada malam kebakaran itu sebanyak enam orang. Setiap satu orang menjaga satu blok dari total lima blok. Setiap blok ada 100 kios. Dengan kondisi tersebut, jumlah personel pengamanan tidaklah ideal. Minimal setiap blok itu dijaga dua orang. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.