Diduga Gelapkan Uang Rp 60 Juta, JP Dilaporkan Ke Polisi

405
0
LAPOR. Korban (ketiga dan kedua dari kanan) lapor ke Polsek Pataruman kemarin. (cecep herdi / radartasikmalaya.com)
Loading...

BANJAR – Bosan diberikan janji kosong, Agus Wandani warga Warung Buah Neglasari dan Rusman Parisi warga Dusun Cibeureum Desa Balokang melaporkan JP ke ke Polsek Pataruman. JP dilaporkan karena diduga menggelapkan uang Rp 60 juta yang diinvestasikan kedua korban.

“Awalnya dia (JP, Red) menawarkan bisnis investasi Rp 60 juta dengan penghasilan 10 persen dari modal investasi setiap bulannya, bulan September 2017 lalu. Saya percaya karena dia masih sahabat saya,” kata Rusman Rabu (3/4).

Perjanjian pun disepakati. Rusman menyetorkan uang Rp 30 juta dan Agus Rp 30 juta ke rekening pribadi JP pada Oktober 2017. Setelah menerima uang, pelaku mulai melakukan bisnis jual-beli uang digital (bitcoin).

Namun sejak perjanjian dimulai dan uang investasi sudah diberikan, pelaku tak kunjung memberikan hasil 10 persen yang dijanjikan kepada kedua korban.

Hingga pada Januari 2018, keduanya menanyakan kejelasan tentang kerja sama tersebut. Pelaku, kata Rusman, masih beralibi jika bisnisnya belum menghasilkan laba karena masih tahap awal.

Loading...

“Setelah itu kemudian kita kasih jangka waktu lagi sampai Maret 2018, kalau tidak ada kejelasan juga kami minta uang modal dikembalikan dengan perjanjian pengembalian uang di atas materai,” kata Rusman.

Menurut Agus, pelaku hingga Maret tak kunjung ada itikad baik. Bahkan sampai Desember 2018, upaya meminta pertanggungjawaban pun terus ditempuh keduanya secara kekeluargaan.

Hingga Februari 2019, pelaku dan korban melakukan perjanjian kembali. Saat itu pelaku menyanggupi mengembalikan modal Rp 60 juta kepada para korban.

Pelaku kemudian menandatangai kesanggupannya di atas kertas bermaterai untuk mengembalikan uang Rp 50 juta secara langsung dan sisanya Rp 10 juta dicicil selama satu tahun mulai Maret 2019.

“Tapi sampai bulan ini (April) perjanjian itu dilanggar juga. Kami terpaksa melaporkan masalah karena tidak ada itikad baik dari dia (JP). Kami akan membawa kasus ini sesuai hukum yang berlaku saja. Karena kami memang sudah kesal dan kesabaran kami dari 2017 sudah cukup,” kata Agus.

Agus mengaku uang yang disetorkan kepada pelaku untuk diinvestasikan merupakan uang modal usaha jual beli handphone. Ia menyesal terpedaya oleh rayuan pelaku.

“Kalau memang ada itikad baik dari dia dan sanggup mengembalikan uang kami, kami akan cabut laporan. Kami juga minta pihak kepolisian untuk memediasi kami jika yang bersangkutan menyanggupi untuk mengembalikan uang. Kami tidak akan meneruskan masalah ini hingga ke pengadilan,” katanya.

Dihubungi melalui sambungan telepon Kapolsek Pataruman AKP Kurnia akan segera menangani laporan tersebut.

“Saya ada giat dari luar kota jadi belum nerima laporan. Besok (hari ini, Red) saya pastikan. Kita akan tangani jika laporan benar sudah masuk ke anggota,” ujarnya tadi malam. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.